Abdul Hakim
Wartalampung.id, Jakarta – Anggota Komite 1 DPD RI asal Lampung Abdul Hakim menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit terbaik Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sedang menjalankan tugas mulia sebagai bagian dari pasukan perdamaian dunia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pengabdian mereka merupakan wujud nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945.
Namun, tragedi ini menjadi peringatan serius bahwa keselamatan prajurit Indonesia yang bertugas dalam misi internasional harus menjadi prioritas utama negara dan menjadi tanggung jawab nyata komunitas global.
Menyerap aspirasi masyarakat Indonesia yang berkembang luas, Abdul Hakim mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk mengambil langkah-langkah diplomatik tegas sebagai berikut:
Segera membawa persoalan ini ke Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa guna mendorong pembentukan mekanisme investigasi internasional yang independen, transparan, dan akuntabel terhadap peristiwa gugurnya prajurit TNI dalam misi pasukan perdamaian.
Menginisiasi dorongan resolusi khusus di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang penguatan sistem perlindungan pasukan perdamaian dunia, termasuk mekanisme tanggung jawab yang jelas terhadap keselamatan personel dari negara kontributor.
Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keterlibatan Indonesia dalam misi pasukan perdamaian (Blue Helmets), khususnya pada wilayah dengan tingkat eskalasi konflik tinggi, termasuk mempertimbangkan langkah penarikan sementara personel Indonesia apabila jaminan perlindungan keamanan tidak dapat dipastikan secara memadai.
Mempertimbangkan langkah penarikan keterlibatan Indonesia dari Board of Peace terkait misi Palestina sampai terdapat jaminan perlindungan maksimal terhadap personel Indonesia serta adanya kejelasan pertanggungjawaban internasional atas insiden yang terjadi.
“Indonesia tetap konsisten berada di garis depan perjuangan perdamaian dunia dan mendukung kemerdekaan Palestina. Namun keselamatan prajurit Indonesia adalah kehormatan bangsa yang tidak boleh dikompromikan dalam kondisi apa pun.”
Hakim menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para prajurit yang gugur dalam tugas.
Ia berharap semoga pengabdian mereka menjadi amal terbaik di sisi Allah swt dan menjadi pengingat bagi dunia internasional bahwa perlindungan pasukan perdamaian adalah tanggung jawab bersama seluruh negara anggota PBB. []

Tinggalkan Komentar Anda