Berita Foto Ruwajurai Tanggamus

Potret Anggota Salimah di Tanggamus, Ikhlas Keluar Duit Kantong Sendiri, Ingin Tiru Utsman bin Affan

Potret Anggota Salimah di Tanggamus, Ikhlas Keluar Duit Kantong Sendiri, Ingin Tiru Utsman bin Affan

Anggota Salimah Tanggamus. | Dokumentasi

Anggota Salimah Tanggamus. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Gisting – Siang itu cuaca begitu cerah. Secerah hati Nunung dan teman-teman yang akan mengadakan kegiatan P2AYD (Program Peduli Anak Yatim dan Duafa) di Pekon Gisting.

Hamparan sawah di kanan kiri jalan di bawah kaki Gunung Tanggamus memanjakan mata. Angin sepoi-sepoi tak lupa ikut menambah syahdu perjalanan.

Ahad, 10 April 2022, pukul 11.00, Nunung dan teman-teman sudah berkumpul di salah satu rumah warga. Mereka akan membagikan paket bantuan berupa beras dan uang tunai untuk anak-anak yatim dan duafa.

“Kegiatan ini memang rutin kami lakukan setiap bulan,” kata Nunung

“Ada kebahagiaan tersendiri yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata ketika melihat kebahagiaan orang-orang yang disantuni. Melihat senyum tulus dan mendengar doa-doa yang dilafalkan. Semoga bantuan yang sedikit ini dapat membantu meringankan beban mereka,” imbuhnya.

“Alhamdulillah, di tengah kondisi sulit saat ini, semua harga bahan pokok mahal, kami kesulitan mencari uang masih ada orang yang peduli dan simpati. Kami sangat berterima kasih kepada pengurus Salimah dengan adanya program ini,” kata salah seorang duafa yang disantuni dengan mata berkaca-kaca.

Nunung Mursalin begitu ia kerap disapa. Ia adalah seorang bidan ASN di sebuah puskesmas di Kecamatan Gisting. Ia memiliki klinik bersalin yang selalu ramai dengan pasien.

Di tengah kesibukannya, ia masih menyempatkan diri untuk mengabdi kepada masyarakat melalui kegiatan Salimah.

“Hari ini kami membagikan 63 paket bantuan berupa uang tunai dan beras 5 kilogram,” katanya.

Ia menjadi bendahara Salimah Tanggamus sudah hampir 10 tahun. Selama menjadi bendahara, banyak kegiatan Salimah yang dananya digulirkan dari kantong pribadinya.

Kebaikan yang dilakukannya ternyata menular kepada anggota Salimah lainnya. Terbukti, kegiatan yang serupa juga dilakukan oleh anggota Salimah lainnya.

Sumberejo, kecamatan lain yang ada di Tanggamus, ada anggota Salimah yang juga melakukan kegiatan yang serupa.

“Hari ini saya membagikan 33 paket sembako yang berisi minyak goreng 2l iter, gula 2 kg, dan tepung 2 kg,” kata Dewi.

Dewi adalah ASN guru SMA di Wonosobo. Ia memilih memberikan paket bantuan sembako untuk berbagi kebahagiaan kepada ibu-ibu di lingkungan sekitarnya. Ia juga membagikan 24 sarung untuk bapak- bapak tetangga di dekat rumahnya.

Sementara di Kecamatan Kotaagung, ada Yulizar. Salah seorang anggota Salimah yang juga melakukan kegiatan serupa. Ia dan beberapa teman yang berdomisili di daerah Kotaagung mengumpulkan dana dari beberapa anggota lainnya dan juga wali murid TKIT miliknya untuk disalurkan kepada yatim dan duafa di daerah seputaran Kecamatan Kotaagung.

Dalam kegiatan P2AYD ini, ia dan teman-teman membagikan 90 paket bantuan kepada anak yatim, janda, dan duafa di lingkungan Kotaagung. Yulizar adalah seorang ASN guru di SMAN 1 Kotaagung.

“Karena ada hak orang lain dari setiap rezeki yang Allah titipkan kepada kita. Itu yang menjadi spirit kami sebagai anggota Salimah untuk selalu berbagi,” ungkap Yulizar. Nada  suaranya sarat empati.

“Semoga gerakan kami ini bisa menjadi motivasi dan bermanfaat buat orang-orang di sekitar,:” ucapnya. [Desi Ruli/Salimah Tanggamus]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda