Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung Yogi Achmad Fajar (kanan) menyerahkan cenderamata kepada Pemimpin Redaksi Wartalampung.id Adian Saputra. | Sugiono

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung Yogi Achmad Fajar bersilaturahmi ke kantor redaksi wartalampung.id Jalan Adisucipto Nomor 65/87 Kebonjeruk, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung, Selasa, 24/8/2021.
Yogi mengatakan, ia hampir setahun didapuk menjadi pimpinan cabang Dompet Dhuafa. Ia mengatakan sedang membangun tim yang solid.
Hampir semua staf yang ada di Dompet Dhuafa Lampung adalah orang-orang baru di dunia pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Meski demikian, ia bersyukur mendapat tim yang muda dan mau maju.
Yogi bilang, tantangan terbesarnya adalah memperbanyak dana zakat, infak, dan sedekah yang masuk. Oleh sebab itu, ia membidik banyak korporasi di Lampung.
Kata Yogi, korporasi di Lampung sangat prospek untuk diajak bekerja sama dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekahnya.
Yogi mengatakan, menyandang nama besar Dompet Dhuafa di satu sisi sangat menguntungkan. Sebab, nama baik Dompet Dhuafa selama ini cukup dikenal.
Dompet Dhuafa bisa diklaim sebagai salah satu lembaga pengelola zakat profesional perdana di Indonesia.
Dompet Dhuafa yang di pusat dipimpin wartawan senior Parni Hadi itu, kata Yogi, juga sedang fokus pada pelayanan kepada penerima manfaat terdampak pandemi.
Selain itu, pihaknya juga menyalurkan banyak donasi warga untuk masyarakat marginal yang terdampak pandemi.
Dua pekan lalu, Dompet Dhuafa mendapat pasokan bahan pokok dari Tim Penggerak PKK Lampung untuk diberikan kepada penggali kubur di Bandar Lampung.
“Ke depan kami akan optimalkan sinergi dengan lembaga lain,” kata dia.
Yogi mengatakan, ia juga sedang mendidik semua staf untuk makin aktif dan kreatif dalam menjala dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Tujuannya, optimalisasi pelayanan kepada duafa.
Ia yakin, ke depan akan banyak donatur yang bersedia menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah melalui Dompet Dhuafa.
“Kami akan maksimalkan edukasi kepada masyarakat. Sehingga berimbas pada akumulasi dana zakat, infak, dan sedekah yang bisa kami kelola,” tutupnya. [Sugiono]
