Diskusi film "Tandur". | Ade/Adnan

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Petani di Kota Baru, Lampung Selatan, Tini, tadi malam hadir sebagai pemantik diskusi film dokumenter “Tandur” di Taman FISIP Unila.
Film ini bercerita tentang nasib petani Kotabaru yang sulit secara ekonomi. Jika panen, seperti padi dan kopi, harga yang mereka peroleh tidak seberapa.
Film juga berisi keluhan para petani yang bertanya tentang izin tanah lahan mereka, harga panen yang jatuh, dan pupuk subsidi yang mahal dan sulit didapat.
Tini bercerita, ia menggarap lahan warisan orangtuanyua. Sejak 1950, warga sudah menggarap lahan di lokasi itu.
Ia mengatakan, ada 10 desa yang masuk dalam wilayah tersebut. Kata dia, kebijakan pemerintah terhadap petani di sana tidak berpihak kepada rakyat.
Ia mengatakan, para petani di sana dikenakan biaya sewa untuk menggarap lahan. Ia menegaskan, pemerintah memang mengabaikan kehidupan petani di sana.
Meskipun ada kartu petani berjaya oleh pemerintah, kata dia, sama sekali tidak membantu petani di Kota Baru. [Ade Hermawan/Ahmad Adnan Firdaus]

Tinggalkan Komentar Anda