Farhat Abbas dan Elza Syarief mendampingi Rudy Jumat lalu. | Sugiono
Wartalampung.id, Bandar Lampung— Usai mendamping guru besar hukum tata negara Unila Rudy mendaftar diri sebagai calon rektor Unila, pengacara Farhat Abbas menyampaikan pesan.
Ia berpesan agar para calon rektor menjaga integritas, menghindari praktik korupsi, serta memberikan perhatian lebih besar terhadap pengembangan kebudayaan Lampung.
“Bagaimana sentuhan kebudayaan masa lampau tetap dijaga, integritas juga harus dijaga. Jangan sampai ada lagi rektor yang tertangkap karena korupsi,” ujarnya beberapa hari lalu.
Menurutnya, rektor memiliki posisi strategis dan pengaruh besar, khususnya dalam membangun dunia pendidikan sekaligus menjaga nilai-nilai kebudayaan di Lampung.
Ia menilai pengembangan kebudayaan melalui institusi pendidikan akan mendapat dukungan luas dari masyarakat.
Salah satu contoh yang dinilai menarik adalah pengembangan budaya Lampung, seperti Siger, yang dapat diperkuat melalui lingkungan pendidikan dan keterlibatan mahasiswa.
“Kalau sudah menyentuh budaya, pasti didukung semua masyarakat. Saya tertarik dengan Siger Lampung. Walaupun sempat terhenti karena pergantian pimpinan, kalau dikembangkan dari pendidikan, hampir semua mahasiswa, terutama yang berasal dari Lampung, punya kepedulian terhadap budaya,” katanya.
Ia mengaku tertarik untuk turut mendampingi Rudy setelah diajak oleh Elza Syarief. Ia menyebutkan, dirinya memiliki latar belakang sebagai ahli hukum tata negara dan pernah menjadi saksi ahli dalam proses persidangan terkait pemilihan presiden (pilpres).
Sementara itu, terkait perannya dalam pendampingan Rudy, ia mengatakan tidak hanya sebatas mendampingi proses pendaftaran, tetapi juga akan melakukan pendampingan hukum apabila diperlukan.
”Pasti nanti ada prosesnya. Kalau ada kecurangan, tentu kami melakukan pengawasan,” ujarnya.
Ia menegaskan, proses pemilihan rektor Unila bukanlah kontestasi politik yang melibatkan dukungan partai politik.
Karena itu, ia berharap Senat Unila dapat memilih calon terbaik berdasarkan kepentingan kemajuan universitas.
“Ini bukan jabatan politis atau dukungan dari partai politik, tetapi merupakan kesadaran dari senat untuk memilih calon-calon yang terbaik. Jangan sampai gara-gara salah memilih, kita tertunda lagi lima tahun untuk menjadi yang terbaik,” katanya.
Ia pun berharap Rudy dapat menjadi salah satu figur terbaik yang membawa Unila semakin maju ke depan.
“Mudah-mudahan Rudy bisa menjadi yang terbaik ke depan,” pungkasnya. []

Tinggalkan Komentar Anda