Lembah Suhita. | Anggi Dwi Raharti
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Lembah Suhita, wisata edukasi lebah yang berdiri sejak tahun 2016, memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pihak baik dari dalam maupun luar negeri.
Tujuannya, pengembangan wisata edukasi berbasis lingkungan dan perlebahan di Lampung.
Suyadi selaku pemilik, mengatakan pihaknya banyak mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Bandar Lampung, pihak Tahura Wan Abdul Rachman, Bank Indonesia, Dinas Kehutanan dan Pertanian, hingga internasional.
“Kami juga sekarang sedang dibina oleh program Outstanding Manager dari Belanda, PUM, Netherlands, dan juga dari Australia,” jelasnya.
Melalui kerja sama dengan PUM Netherlands, Ia mendapatkan pendampingan dalam bidang manajemen wisata edukatif.
Lembah Suhita juga mendapatkan hibah dari kerja sama dengan Belanda, yaitu pembangunan kafe dan galeri produk madu yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan.
Ia juga menjalin hubungan dengan pihak Australia dalam bidang teknologi budi daya lebah dan pengolahan produk madu.
“Dari Australia saya banyak belajar tentang teknik budi daya modern. Mereka juga memberi kesempatan belajar singkat dan sertifikasi. Dari situ saya memahami pentingnya teknologi dalam pengelolaan lebah,” ungkapnya.
Lembah Suhita juga bekerja sama dengan komunitas lokal seperti Kahut Sigerbori dalam pengembangan eco-printing.
Ia juga berkerja sama dengan Ternati yaitu produsen minuman herbal Lampung untuk mengembangkan produk kombucha dan rempah.
Suyadi berencana memperluas kerja sama internasional dalam bidang terapi bersama pakar dari Belanda dan Jerman pada pemanfaatan racun lebah untuk kesehatan.
Suyadi berharap kolaborasi yang terjalin dapat memperkuat posisi Lembah Suhita sebagai pusat edukasi perlebahan dan ikon wisata di Lampung. [Anggi Dwi Raharti]

Tinggalkan Komentar Anda