Bandar Lampung

Perjuangan Dinda Tri Anjani Wisudawan Terbaik Umitra, Ketekunan dan Disiplin yang Berbuah Prestasi

Perjuangan Dinda Tri Anjani Wisudawan Terbaik Umitra, Ketekunan dan Disiplin yang Berbuah Prestasi

Dinda Tri Anjani

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Dinda Tri Anjani berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik Universitas Mitra Indonesia pada tahun akademik 2024-2025.

Pencapaian tersebut bukanlah hasil yang datang secara instan, melainkan buah dari ketekunan, disiplin, serta komitmen kuat dalam menjalani proses perkuliahan selama beberapa tahun terakhir, Senin, 20/10/2025.

Minat Dinda terhadap dunia bisnis telah tumbuh sejak usia muda. Saat masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP), ia sudah mulai berjualan dengan menjadi reseller produk dari lokapasar (e-commerce).

Pengalaman sederhana itu menjadi langkah awal yang membuka pandangannya terhadap dunia wirausaha.

“Dari situ saya belajar tentang cara berkomunikasi dengan pembeli, mengelola stok, dan memahami perilaku konsumen. Meskipun kecil, pengalaman itu membentuk dasar semangat kewirausahaan saya,” ungkapnya.

Ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, Dinda mantap memilih Program Studi Kewirausahaan di Universitas Mitra Indonesia. Menurutnya, prodi ini menawarkan pendekatan pembelajaran yang seimbang antara teori dan praktik.

“Saya melihat bahwa program ini tidak hanya fokus pada teori bisnis, tetapi juga memberi kesempatan untuk mengembangkan ide dan praktik kewirausahaan secara nyata. Itu yang membuat saya yakin bahwa ini pilihan yang tepat,” ujarnya.

Namun, perjalanan kuliah Dinda tidak selalu berjalan mulus. Salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi adalah jarak antara rumah dan kampus yang mencapai sekitar 23 kilometer.

Setiap hari ia harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mengikuti perkuliahan.

“Perjalanan itu memang melelahkan, apalagi ketika jadwal kuliah padat. Tapi dari situ saya belajar banyak hal, terutama disiplin waktu, manajemen energi, dan pentingnya menjaga kesehatan agar tetap bisa fokus belajar,” katanya.

Selain tantangan jarak, Dinda juga berupaya menjaga keseimbangan antara kegiatan akademik dan pengembangan diri.

Ia aktif mengikuti berbagai kegiatan kampus yang mendukung peningkatan soft skills, seperti kerja tim, komunikasi, dan kepemimpinan. Bagi Dinda, pengalaman di luar kelas sama berharganya dengan pembelajaran formal.

“Menjadi mahasiswa bukan hanya soal nilai, tapi juga tentang bagaimana kita membentuk karakter dan kemampuan untuk menghadapi dunia kerja atau dunia usaha nantinya,” jelasnya.

Dalam menjalani masa studi, Dinda memiliki dua motivasi utama yang menjadi landasan semangatnya.

Pertama, keinginan untuk membanggakan orang tua yang selalu memberikan dukungan moral maupun materi. Kedua, dorongan untuk terus berkembang dan memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin.

“Setiap kali saya merasa lelah, saya ingat pengorbanan orang tua. Itu yang membuat saya tidak ingin setengah-setengah dalam belajar,” ucapnya dengan penuh kesadaran.

Bagi Dinda, konsistensi dan prestasi bukanlah hasil dari bakat semata, melainkan dari kebiasaan yang dibangun setiap hari. Ia membagikan prinsip yang selalu ia pegang selama kuliah: memiliki pola pikir positif, tidak menunda pekerjaan, dan berani memulai meski dalam langkah kecil.

“Saya percaya bahwa keberhasilan adalah hasil dari keputusan-keputusan kecil yang diambil dengan disiplin setiap hari,” ujarnya.

Momen ketika diumumkan sebagai wisudawan terbaik seuniversitas menjadi saat yang tidak terlupakan baginya. Dinda mengaku terkejut sekaligus bersyukur atas penghargaan tersebut.

“Saya benar-benar tidak menyangka bisa meraih predikat ini. Rasanya bangga dan bersyukur karena semua usaha dan konsistensi yang saya jaga selama ini ternyata membuahkan hasil,” tutur Dinda.

Ia menambahkan, penghargaan ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap perjuangan keluarga dan teman-teman yang selalu mendukungnya.

Selama perkuliahan, Dinda juga belajar tentang pentingnya konsekuensi dan akuntabilitas diri. Ia menyadari bahwa setiap pilihan memiliki akibat, baik positif maupun negatif.

“Jika kita memilih disiplin dan mengerjakan tugas tepat waktu, hasilnya pasti baik. Tapi kalau menunda, maka harus siap dengan konsekuensinya. Itu pelajaran sederhana, tapi sangat berpengaruh terhadap cara saya mengambil keputusan,” jelasnya.

Menutup kisahnya, Dinda memberikan pesan kepada mahasiswa lain yang masih berjuang menyelesaikan studi.

“Fokuslah pada usaha terbaik yang bisa dilakukan hari ini, tanpa membandingkan diri dengan orang lain. Jangan menunggu waktu yang sempurna untuk mulai berusaha, karena tidak akan pernah ada waktu yang benar-benar ideal. Lakukan yang bisa kamu lakukan sekarang, dan nikmati prosesnya,” pesannya.

Perjalanan Dinda Tri Anjani menjadi contoh nyata bahwa komitmen, kedisiplinan, dan ketekunan adalah kunci utama menuju kesuksesan.

Melalui semangat wirausaha ini Dinda membuktikan bahwa tantangan bukanlah penghalang, melainkan bagian dari proses menuju pencapaian yang lebih besar. [Delima Kurnia]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda