Perajin xustom di Jatimulyo. | Renaldi

Wartalampung.id, Jatimulyo – Perajin custom motor di Desa Jatimulyo, Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan, mengeluhkan kelangkaan oksigen.
Akibatnya, pekerjaan yang berhubungan dengan las terhambat, khususnya las potong yang memerlukan oksigen sebagai pendorong api dari elpiji sehingga dapat memotong besi dengan cepat dan lebih efisien.
Adri, perajin custom, mengtakan, sekarang sulit mendapatkan oksigen untuk kebutuhan usahanya.
“Biasanya hanya ditelepon bisa diantar jemput. Namun ini, sudah telepon dari satu minggu juga tidak ada stok barang. Kata agen diprioritaskan untuk medis. Kalaupun ada barang, harganya mahal. Bisa smapai Rp300 ribu untuk satu kali isi tabung oksigen ukuran tabung 1 meter kubik,” kata Adri, Minggu, 12/9/2021.
Menurutnya, semakin hari oksigen tambah langka karena hanya untuk rumah sakit atau kebutuhan medis dan pasien isolasi mandiri.
“Kami tidak mungkin beli mata gerinda karena harganya lebih mahal. Pekerjaan kami terhambat sehingga konsumen juga mengeluh karena pekerjaan tidak selesai tepat waktu,” terang dia.
Ia berharap kelangkaan oksigen ini segera bisa diatasi oleh pemerintah dan harga kembali stabil.
Kelangkaan oksigen, kata dia, tidak hanya salah pemerintah. Karena menurut Adri, ini bisa jadi dibuat demikian akibat permainan oknum yang sengaja menimbun tabung oksigen.
Sebelumnya, oksigen kemasan tabung 1 meter kubik yang berisi 15 kilogram oksigen didapat Adri dengan harga Rp80 ribu. Namun kini dia harus mengeluarkan Rp150 ribu sampai Rp300 ribu. [Renaldi, Mahasiswa Komunikasi FISIP UBL]
