Pengurus Salimah Lampung Tengah. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Poncowati – Pengurus PD Salimah Lampung Tengah antusias mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Pengurus Salimah (PKPS) I yang dilaksanakan pada hari Sabtu 3 April 2021 di Aula SMAIT Al Fatih Poncowati.
Acara ini dibuka oleh Erika Santi, Ketua Departemen Humas PW Salimah Lampung mewakili Ketua PW Salimah Lampung, Rita Aprilyawati.
Dalam sambutannya, Erika menyampaikan bahwa Salimah berupaya membudayakan literasi berpantun yang merupakan kekayaan budaya Indonesia. Erika menambahkan, tujuan diadakannya PKPS ini ada 3, yaitu:
1. Menyamakan visi dan misi setiap pengurus
2. Mengenalkan Salimah
3. Membekali pengurus pengetahuan bagaimana bekerja dalam tim
Kegiatan ini membahas dua materi. Yang pertama, materi kesalimahan yang disampaikan oleh Erika Santi. Erika memberikan pengetahuan tentang kesalimahan, dengan harapan semua pengurus Salimah menjadi paham dengan sejarah dan visi Salimah. Erika menjelaskan, awal mula berdirinya Salimah dan siapa saja pendiri Salimah.
Selain itu, dia juga memberikan motivasi, bahwa menjadi pengurus Salimah yang memiliki visi ‘Menjadi ormas perempuan pelopor dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan, anak dan keluarga Indonesia’ maka setiap pengurus Salimah harus dapat bekerja dengan cepat dan dengan kualitas tinggi.
“Vsi kita menjadi ormas pelopor. Pelopor berarti terdepan, pertama, terbaik. Oleh karena itu mari kita berikan pengabdian dan karya terbaik kita dengan segenap potensi dan sumberdaya kita,” kata Erika kepada peserta.
Erika menambahkan, jangan jadikan ketidakbisaan kita menjadi batasan untuk berkembang.
“Salimah harus luwes, semangat berprestasi dan memunculkan passion di manapun berada,” jelasnya.
Erika juga menyampaikan bahwa salah satu tradisi yang perlu dibangun adalah menulis.
“Menulis adalah tradisi Salimah. PP Salimah sudah banyak menerbitkan buku-buku. Yuk, semangat menulis,” tambah Erika.
Materi kedua tentang teamwork disampaikan oleh Fitri Agustin. Fitri menjelaskan bahwa teamwork merupakan energi yang membuat orang “biasa” menjadi “luar biasa” .
Fitri memberikan contoh melalui video, bagaimana dan apa akibatnya jika sebuah pekerjaan dilakukan sendiri dan apa bedanya jika dilakukan secara bersama.
Ia menambahkan, bahwa teamwork adalah fitrah manusia sebagai makhluk sosial.
“Sendirian, kita dapat melakukan sedkit. Tetapi, dengan teamwork kita dapat melakukan lebih banyak,” jelasnya.
Pada materi teamwork dilakukan studi kasus secara berkelompok dan dipresentasikan yang hasilnya dibahas oleh Fitri. Pada sesi ini juga diputarkan video motivasi tentang teamwork.
Terakhir PD Salimah Lampung Tengah diberi tantangan oleh kedua narasumber, bagaimana membangun sense of belonging dan bagaimana meningkatkan aset Salimah setahun ke depan dengan memiliki sekretariat yang representatif. [Hertuningtyas, Ketua Departemen Humas PD Salimah Lampung Tengah]
