Berita Foto Nusantara

Pengelola Jurnal Ilmu Komunikasi Siap Hadapi Perubahan Kebijakan Akreditasi

Pengelola Jurnal Ilmu Komunikasi Siap Hadapi Perubahan Kebijakan Akreditasi

Webinar pengelolaan jurnal komunikasi. | Dokumentasi

Webinar pengelolaan jurnal komunikasi. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Untuk meningkatkan jumlah akreditasi jurnal komunikasi, Asosiasi Penerbit Ilmu Komunikasi (Apjiki) menyelenggarakan webinar bagi para pengelola jurnal yang ada di Indonesia.

Adapun tema yang diangkat adalah persiapan akreditasi jurnal komunikasi sesuai kebijakan baru 2021.

Dengan dikeluarkannya Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 106/E/KPT/2021, diharapkan penerbit jurnal ilmiah tetap menjaga dan meningkatkan mutu terbitannya agar menjadi wahana komunikasi ilmiah antara peneliti, akademisi dan masyarakat pengguna.

Acara dilaksanakan pada Selasa, 30 November 2021, yang dimulai dari pukul 13.00 sampai dengan 15.30 WIB di Ruang Zoom Meeting.

Kegiatan  webinar ini dihadiri sebanyak 120 peserta workshop dari berbagai pengelola jurnal ilmiah, baik pengelola jurnal komunikasi maupun yang di luar bidang komunikasi.

Webinar ini menghadirkan 3 orang pembicara yakni Prof. Dr. Istadi, S.T., M.T,  Editor in Chief of Chemical Reaction Engineering & Catalysis.

Pembicara kedua adalah Yoga Dwi Arianda sebagai Tim Arjuna dan yang terakhir Dr. Uwes Fatoni M.Ag, Editor in Chief Jurnal Sinta 2, pengurus Apjiki.

Ketua Umum Apjiki Dr. Puji Lestari, M.Si, dalam sambutannya secara virtual menyatakan publikasi ilmiah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi yang dilakukan oleh para dosen dan mahasiswa.

“Saat ini semua dosen wajib melakukan publikasi dari kegiatan yang telah dilakukan apalagi publikasi akan terekam secara digital melalui aplikasi sister. Sementaraa itu publikasi mahasiswa juga diperlukan untuk kelulusan dan akreditasi.”  ujar Puji.

Dengan melihat masih adanya penerbit jurnal ilmiah bidang komunikasi yang belum terakreditasi Sinta, tentunya  webinar ini akan membantu para peserta dalam pengajuan akreditasi.

Puji Lestari menjelaskan dari sekitar 340 program studi ilmu komunikasi yang ada,  terdapat 26 jurnal  yang telah terakreditasi sinta 2, 22 jurnal terakreditasi sinta 3, 67 jurnal sinta 4, 42 jurnal terakreditasi sinta 5, dan 6 jurnal terakreditasi sinta 6.

Apjiki mendorong para pengelola jurnal untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas jurnall untuk menmenuhi kebutuhan publikasi hasil-hasil riset komunikasi di Indonesia.

Dalam sesi pemaparan dari Prof. Dr. Istadi, S.T., M.T,  menjelaskan para pengelola jurnal yang ada di Indonesia wajib mengikuti pedoman yang berlaku dengan harapan akan mempermudah dalam penilaian jika akan mengusulkan dalam akreditasi Sinta.

’Mengelola jurnal ini memang butuh keseriusan dan ketelatenan, karena dari sampul depan hingga website akan dilakukan penilaian,” ungkap Istadi’.

Pada sesi kedua, Yoga Dwi Arianda sebagai tim Arjuna Kemendikbud Ristek. Akreditasi Jurnal Nasional (Arjuna), merupakan sarana yang objektif untuk mengukur apakah suatu terbitan berkala ilmiah sudah memenuhi persyaratan mutu minimum untuk diberikan pengakuan akreditasi nasional.

Yoga memaparkan hingga akhir tahun 2020 terdata 5.990 jurnal yang terdata di tim Arjuna dengan rincian sinta 1 sebanyak 93, sinta 2 sebanyak 912, sinta 3 sebanyak 1.167, sinta 4 sebanyak 1.991, sinta 5 sebanyak 1.598 dan sinta 6 sebanyak 229.

“Kami terus berupaya terus memberikan pendampingan dengan workshop yang kami lakukan kepada pengelola jurnal jurnal baik yang akreditasi maupun yang akan reakreditasi,” ujarnya’.

Sesi terakhir, disampaikan oleh Dr. Uwes Fatoni. Uwes menyampaikan salah satu persiapan akreditas yang perlu dilakukan oleh tim pengelola jurnal adalah optimalisasi dalam tampilan dan proses bisnis OJS yang dimiliki seperti cover ojs, menu, deskirpsi, tools yang ada hingga table of content yang ada.

“ Bagian ojs ini penting disempurnakan oleh para pengelola jurnal demi menaikkan bobot penilaian dalam akreditasi,” ujar Uwes di hadapan peserta workshop.

Sehingga yang perlu dipersiapkan bagi pengelola jurnal yang akan melakukan akreditasi meliputi; memaksimalkan tampilan dan proses bisnis ojs, strategi peningkatan kualitas jurnal ilmu komunikasi, substansi bahasa, substansi referensi.

Pesan dari Uwes, jurnal ilmu komunikasi akan diarahkan untuk melakukan internasionalisasi. Demikian rilis Humas Apjiki. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda