Berita Foto Hiburan

Pengalaman Natasha Kiara Jadi Putri Remaja Indonesia Pendidikan 2022

Pengalaman Natasha Kiara Jadi Putri Remaja Indonesia Pendidikan 2022

Natasha Kiara. | Dokumentasi

Natasha Kiara. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Natasha Kiara Jab mendapat pengalaman berharga selama mengikuti ajang pemilihan Putri Remaja Indonesia 2022 pada 31 Oktober hingga 4 November yang lalu di Jakarta. Ia mesti menjalani karantina dan sederet pembekalan sebelum berlaga.

Sebagai salah satu pemenang di ajang yang sama di tingkat Lampung, ia mewakili provinsi ini berkompetisi dengan peserta lain se-Indonesia. Kiara, demikian ia biasa disapa, mengatakan, sesama peserta saling berlomba tapi masih tetap menjaga keakraban.

Ia bercerita, kala awal datang, semua peserta diterima Derry Dahlan, founder acara ini secara langsung. Usai itu, mereka menjalani photoshoot dan berlanjut dengan sashing ceremony.

“Sorenya kami talent show dan malamnya latihan koreografi. Mulai pagi jam delapan kelar bisa jam 12 lebih,” kata Kiara.

Pada hari kedua, ujarnya, mereka dibalut kebaya Bali dan mereka melakukan sesi national gift. National gift adalah sesi di mana setiap peserta memberikan hadiah kepada peserta lain.

Mereka juag menjalani sesi pagi dengan makeup dari beauty class. Kiara mengatakan, semua peserta juga menjalani psikotest dan speech competition setelah seserahan national gift.

“Malamnya kami interview dengan juri dan latihan koreografi lagi,” kata dia.

Pada hari ketiga, peserta seharian latihan gladi resik di Gedung Smesco, lokasi grand final. Pada hari keempat, mereka melakukan grand final.

“Aku dinobatkan sebagai Putri Remaja Indonesia Pendidikan 2022.”

Kiara bilang, itu adalah malam yang selalu ia impikan.

“One of my biggest dreams.”

Ia menuturkan, semua peserta menjalani sesi yang superpadat. Pembekalannya dari public speaking, beauty class, talent show, deep interview, photoshoot, dan psikotest.

Sebagai Putri Remaja Indonesia Pendidikan, Kiara punya tugas untuk terus menginspirasi remaja di indonesia untuk terus semangat mengembangkan bakat dan minatnya masing-masing.

Ia jua berkeinginan mengadakan lagi kegiatan sosial seperti yang selama ini rutin ia lakukan.

“Aku kan pernah membatik bersama anak berkebutuhan khusus,” kata dia.

Soal batik yang menjadi khazanah budaya Indonesia, Kiara juga menaruh perhatian yang besar.

“Batik adalah warisan dunia,” tutupnya. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda