English Day bentuk pengabdian dosen dan mahasiswa FKIP Unia. | Dok
Wartalampung.id, Pringsewu – Penguasaan bahasa Inggris di era modern ini menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar lagi, termasuk di lingkungan pendidikan berbasis pesantren.
Menjawab kebutuhan tersebut, tim dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lampung (Unila), menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Optimalisasi Lingkungan Berbahasa Melalui Program English Day Berbasis Pesantren sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Komunikatif Santri”.
Kegiatan berlangsung secara hybrid pada 5–7 Agustus 2026 bertempat di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Misykat Al Anwar, Kabupaten Pringsewu, Lampung.
Kegiatan ini digagas dan dilaksanakan oleh tim dosen pengabdi yang terdiri dari Nita Sitta Rachma selaku ketua tim pengabdian, bersama lima anggota yaitu Desy Awal Mar’an Khairun Nisa, Nabila Hasri Ainun, Rabiyatul Adawiyah, dan Rima Yuni Saputri.
Tim dosen turut didampingi oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) FKIP Unila yang turut berperan aktif mempersiapakan sekaligus memandu jalannya rangkaian aktivitas selama kegiatan berlangsung.
Sekitar 40 santriwati PPTQ Misykat Al Anwar secara antusias mengikuti seluruh rangkaian acara dengan dari awal hingga akhir.
Acara secara resmi dibuka oleh Nita Sitta Rachma. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penguasaan bahasa Inggris di era modern, khususnya dalam mendukung kebutuhan komunikasi dan pembelajaran di bidang pendidikan, termasuk dalam lingkungan pesantren.
Ia juga menyampaikan bahwa penguasaan bahasa Inggris dapat dikembangkan secara lebih efektif melalui penggunaan yang konsisten dan kontekstual.
Salah satu upaya yang dapat diterapkan adalah melalui pembiasaan penggunaan bahasa Inggris dalam program English Day di lingkungan pondok.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber dari tim pengabdian yang dipadukan dengan permainan (games) interaktif bersama mahasiswa pendamping. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kepercayaan diri santriwati dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.
Sebagai pendukung pembelajaran, peserta dibekali modul Daily Expressions yang dikembangkan oleh tim pengabdian dan memuat ungkapan bahasa Inggris sehari-hari yang kontekstual untuk digunakan di berbagai lingkungan pesantren, seperti kelas, asrama, dapur, lapangan olahraga, dan waktu luang.
Tidak hanya materi, kegiatan disempurnakan dengan praktik langsung penggunaan modul tersebut dalam konteks pesantren sehingga peserta mampu mencontoh sekaligus mengucapkan ekspresi-ekspresi tersebut dengan benar.
Ustadzah Fadilah Nur Azizah, perwakilan mitra dari PPTQ Misykat Al Anwar, menyampaikan apresiasi dan respons positifnya terhadap pelaksanaan kegiatan ini.
“Kami merasa sangat senang dengan adanya kegiatan ini, sangat positif dan menjadi warna baru untuk proses belajar Bahasa Inggris di lingkungan pesantren kami,” ujar Ustazah Fadilah.
Ustazah Fadilah juga menyampaikan harapannya agar kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut di masa mendatang guna menghidupkan semangat para santri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.
Kesan senada turut disampaikan oleh salah satu peserta, Sayidah Annafisah, seorang santriwati PPTQ Misykat Al Anwar.
“Dari kegiatan ini kami menjadi lebih termotivasi dan semangat lagi untuk belajar bahasa Inggris dalam kehidupan kami sehari-hari. Jadi sadar bahwa bahasa Inggris sangat dibutuhkan di era digitalisasi sekarang ini,” ungkap Sayidah Annafisah.
Melalui kegiatan pengabdian ini, tim dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unila berkomitmen untuk terus menghadirkan kontribusi nyata dalam membangun lingkungan berbahasa Inggris yang aktif, kontekstual, dan berkelanjutan di pesantren.
Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi komunikasi santri sekaligus membekali mereka dengan kesiapan untuk berpartisipasi dan berdaya saing di tengah tuntutan era global. []

Tinggalkan Komentar Anda