Sekda Tanggamus Hamid H Lubis. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Menyikapi bencana banjir yang kerap terjadi di Kabupaten Tanggamus, Pemerintah Provinsi Lampung mengadakan Focus Group Discussion (FGD). Penanggulangan Banjir di Kabupaten Tanggamus dengan Tiga Kabupaten dan sejumlah instansi terkait di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Provinsi Lampung, Kamis 13 November 2020.
FGD dibuka oleh Asisten Bidang Pembangunan Pemprov Lampung Taufik Hidayat, mewakili Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Asisten II Taufik Hidayat, dalam sambutannya berharap melalui FGD yang dilakukan akan mengaktifkan kembali adanya kajian terhadap permasalahan yang ada, yang kemudian bisa menghasilkan bagaimana pola penanganan bencana.
Menurutnya selama ini di wilayah sungai Semaka sudah ada evaluasi penanganannya, namun masih secara parsial dan insidentil ketika terjadi bencana.
“Kedepan bagaimana kita untuk melakukan kegiatan disitu, sambil melakukan proteksi terhadap tanggul dan sebagainya. Kita coba masukkan, bagaimana sinergi kita dengan Kabupaten juga Kabupaten dengan Provinsi bisa berjalan,” pungkasnya dalam rilis yang diterima Wartalampung.id.
Sementara Sekdakab Hamid Heriansyah Lubis dalam paparannya menerangkan bahwa FGD ini merupakan titik awal atas upaya yang dilakukan secara menyeluruh menyikapi bencana banjir yang kerap terjadi di Kabupaten Tanggamus.
Lubis menerangkan, pada tahun 2020 ini sudah tiga kali Kabupaten Tanggamus dilanda banjir, yakni pada bulan Januari, bulan Agustus dan bulan Oktober. Lubis berharap, FGD ini merupakan awal dari upaya yang lebih besar, atas segala permasalahan dalam penanggulangan bencana banjir di Kabupaten Tanggamus secara menyeluruh.
“Sesuai dengan kebijakan Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani, yang tertuang dalam Program 55 Aksi. Agar bagaimana musibah banjir, khususnya wilayah Barat tidak terjadi lagi,” ujarnya.
Dirinya juga berharap dari pihak Kementerian memberikan kebijakan mengenai banjir di Kabupaten Tanggamus. Agar kemudian dalam waktu dekat dapat melakukan FGD yang lebih besar lagi, sehingga akan ada komitmen bersama ditingkat nasional, agar banjir di Kabupaten Tanggamus dapat ditangani secara menyeluruh, tidak hanya oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten saja, tetapi juga ditingkat Kementerian.
Lubis juga menyatakan, jika kedepan akan digelar FGD lebih lanjut, Pemkab Tanggamus siap untuk menjadi tuan rumah, agar permasalahan banjir di Kabupaten Tanggamus dapat segera diselesaikan.
“Kami mohon Pemerintah Provinsi, untuk memfasilitasi para pesertanya. Karena kami menganggap akan menjadi beda kalau yang hadir dari Kementerian. Atas kedekatan dan komunikasi yang baik dari Pak Gubernur, ini akan menjadi beda keputusannya nanti. Semoga apa yang menjadi agenda dari FGD pada hari ini, lebih mengerucut menyelesaikan masalah kedepan,” pungkasnya.
Selanjutnya Kepala Dinas PSDA Lampung, Budi Darmawan, mengakui bahwa permasalahan banjir di wilayah Semaka, merupakan kewenangan Provinsi Lampung. Budi juga menerangkan sejumlah upaya yang telah dan akan dilakukan pihaknya, guna mengatasi permasalahan banjir di Kabupaten Tanggamus.
“Bila sudah dipasang tanggul dipinggir aliran sungai, kalau bisa kita tanam secepatnya untuk jangka pendek dan jangka panjang seperti tanaman kemiri dan alpukat, sehingga masyarakat juga bisa sejahtera, karena ada manfaatnya,” terang Budi. []
