Pelatihan jurnalistik PW Salimah Lampung. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Pengurus Wilayah Persaudaraan Muslimah (PW Salimah) Lampung menggelar Pelatihan Jurnalistik Se-Provinsi Lampung melalui Zoom Meeting, Jumat, 2 April 2021.
Pelatihan dengan durasi hampir tig ajam telah berhasil membuat peserta sangat antusias. Menyimak, merespons, dan langsung mencoba menulis berita menjadikan pelatihan ini dinilai berhasil. Dengan narasumber Adian Saputra, Pemimpin Redaksi Wartalampung.id .
Sambutan dan pengarahan sekaligus membuka acara secara resmi oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang dibacakan Kepala Biro Kesra Pemprov L:ampung Ria Andari. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PW Salimah Provinsi Lampung Rita Aprilyawati.
Kegiatan menarik ini di moderatori Ketua Departemen Humas PW Salimah Lampung Erika Santi. Adian Saputra benar-benar menghipnotis peserta dengan penyampaiannya yang menarik, lugas, dan tepat sasaran. Seluruh peserta sepakat bahwa Adian Saputra “daging banget” karena banyak hal menarik yang peserta dapatkan dan bisa langsung diterapkan.
Hal menarik selanjutnya, hadir dalam kegiatan peserta dari pengurus daerah Salimah Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Dan beberapa daerah di luar Provinsi Lampung. Sehingga kegiatan yang awalnya se-Provinsi Lampung menjadi layak disebut kegiatan nasional.
Pada akhir sesi panitia menyelenggarakan tantangan menulis berita tentang kegiatan ini. Dan tidak menunggu, sang moderator Erika Santi dibanjiri kiriman tulisan dari peserta yang hasil karyanya luar biasa.
Rita Aprilyawati mengatakan, sebagaimana yang diamanahkan melalui QS. Al Alaq dalam perintahnya sebagai ayat yang pertama kali turun sebagai wahyu yaitu Iqra’ (membaca ) dengan pengertian sebagai pengurus Salimah harus mampu membaca secara tekstual dan kontekstual sebagai budaya literasi di kalangan umat Islam. Dengan begitu, pada akhirnya terlahir generasi yang terdidik dan berpengetahuan luas.
“Dengan harapan apa yang ditulis dapat mengantisipasi perkembangan informasi yang bersifat upaya adu domba, provokasi penyalahgunaan media sosial, dan serangan cyber,” ujar Rita.
Adian memaparkan pengertian berita sampai tata cara menulis berita. Dalam hal ini, peserta semakin semangat karena ada tantangan untuk menuliskan berita. Siapa yang tak suka hadiah?
Tantangan itu menumbuhkan semangat para peserta untuk menuliskan berita di acara ini. Tantangan itu adalah untuk mencari lima tulisan terbaik dan tulisan terbanyak dari satu peserta. Pada akhir sesi Adrian Saputra memberikan sebuah narasi yang intinya menulis bisa dijadikan sarana berdakwah. [Dwi Rahayu/PC Salimah Metro Barat/ Eka Adinia, PD Salimah Metro]
