Pantai Tapak Kera. | Wahfiudin

Wartalampung.id, Kalianda – Keindahan alam di Lampung Selatan tak perlu diragukan lagi. Banyak tempat wisata terkenal oleh kalangan wisatawan lokal dan mancanegara.
Namun berbanding terbalik dengan wisata Pantai Tapak Kera, yang justru bak surga tersembunyi di balik pantai-pantai yang lainnya.
Hamparan bebatuan karang yang kokoh dengan gempuran ombak yang besar dan pepohonan nan rindang yang masih alami membuat tenteram jiwa bagi siapa pun yang mengunjunginya.
Asal-usul pemberian nama Pantai Tapak Kera adalah kera yang bertapa karena konon zaman dulu di pantai ini banyak terdapat kera.
Akan tetapi saat ini kera-kera tersebut sudah tidak bisa dijumpai lagi di pantai tersebut.
Pantai Tapak Kera berlokasi di Dusun Kenjuruan, Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan.
Dimas, pengunjung Pantai Tapak Kera mengatakan, pemandangan di sini sangat Instagramable.
Ia mengatakan keren kalau jadi background foto apalagi kalau ombak besar terkena bebatuan.
Dimas menjelaskan Pantai Tapak Kera masih sangat minim pengelolaan. Terlihat di berbagai sisi ada sampah yang berserakan.
“Tempatnya bagus, tetapi masih kurang sekali pengelolaan. Mulai dari akses jalannya yang terjal sampai pantainya yang ada sampah-sampah berserakan,” kata Dimas.
Untuk menuju pantai tersebut, harus melalui medan jalan yang terjal karena akses yang menurun dan terdapat bebatuan kecil dan becek sehingga sangat licin, apalagi sesudah hujan tiba.
Untuk harga tiket masuk ke Pantai Tapak Kera ini gratis dan hanya membayar parkir sebesar Rp25 ribu per motor. Sedangkan untuk kendaraan roda empat membayar sebesar Rp50 ribu.
Tetapi akses jalan tidak bisa dilalui oleh roda empat jadi pengunjung terpaksa harus berjalan kaki sekitar 15 menit menuju Pantai Tapak Kera. [Wahfiudin, Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UBL].
