Berita Foto Nusantara

Orasi Wisuda Universitas Teknokrat Indonesia dalam 3 Bahasa Paparkan Tantangan-Peluang AI

Orasi Wisuda Universitas Teknokrat Indonesia dalam 3 Bahasa Paparkan Tantangan-Peluang AI

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia bersama tiga wisudawan penyampai orasi. | Dokumentasi

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia bersama tiga wisudawan penyampai orasi. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Wisuda hari kedua periode I tahun 2024 Universitas Teknokrat Indonesia, Kamis, 25/67/2024, menghadirkan orasi ilmiah.

Seperti lazimnya, tiga wisudawan didapuk memberikan orasi. Kali ini bertema kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Tiga wisudawan itu masing-masing bertugas sesuai dengan bahasa yang menjadi dapukannya.

Dalam bahasa Inggris dipercayakan kepada Nova Istiqomah S.Kom dari Prodi Informatika. Kemudian orasi dalam bahasa Indonesia oleh Nurfakih Ardiantoro dari Teknik Elektro. Sedangkan dalam bahasa Lampung dipaparkan oleh Silvia Ranti S.Kom dari Informatika.

Berikut redaksi paparkan ketiga bagian orasi itu.

Bahasa Inggris

Ladies and Gentlemen, esteemed guests, and fellow enthusiasts,

Have you ever imagined that someday you live in a house in which everything or every electronic device works for you? just like cooking – washing – ironing – watching – listening to music just by snapping your fingers, like this …work your duties

Today, I stand before you to discuss a topic of immense significance in our modern era: “AI for Better Life: Challenges and Opportunities.” Artificial Intelligence, or AI, is transforming the world at an unprecedented pace, reshaping industries, societies, and our daily lives. However, like any powerful tool, AI comes with its own set of challenges and opportunities. In this oration, I will delve into the transformative potential of AI, the hurdles we must overcome, and the avenues it opens for a brighter, more efficient, and inclusive future.

The Transformative Potential of AI

AI has the potential to revolutionize various aspects of human life, from healthcare and education to transportation and entertainment. It is not just about robots or smart gadgets; AI encompasses a broad spectrum of technologies, including machine learning, natural language processing, and computer vision, which are already making significant impacts.

Healthcare

AI is revolutionizing healthcare by enhancing diagnostic accuracy, personalizing treatment plans, and predicting disease outbreaks. According to a study by Accenture, AI applications in healthcare could save the US healthcare economy $150 billion annually by 2026.

AI-powered diagnostic tools, such as IBM’s Watson, can analyze vast amounts of medical data to assist doctors in making more accurate diagnoses. Moreover, AI algorithms can predict patient outcomes and recommend personalized treatment plans, improving patient care and reducing costs.

Education

In education, AI offers personalized learning experiences, automates administrative tasks, and provides valuable insights into student performance. AI-driven platforms like Coursera and Khan Academy use adaptive learning algorithms to tailor educational content to individual learning styles, ensuring that each student can learn at their own pace and level. This personalized approach enhances learning outcomes and bridges educational gaps, making quality education accessible to all.

Transportation

The transportation sector is also experiencing a paradigm shift with the advent of AI. Self-driving cars, powered by AI, promise to reduce accidents, alleviate traffic congestion, and provide mobility solutions for the elderly and disabled. Companies like Tesla and Waymo are at the forefront of developing autonomous vehicles, and according to McKinsey, self-driving cars could prevent 90% of all accidents caused by human error, saving countless lives and billions of dollars.

Entertainment

In entertainment, AI is revolutionizing content creation and recommendation systems. Streaming services like Netflix and Spotify use AI algorithms to analyze user preferences and recommend personalized content, enhancing user satisfaction and engagement.

AI-generated content, such as deepfake videos and AI-composed music, is pushing the boundaries of creativity and entertainment.

Bahasa Lampung

Teghlepas anjak potenseino sai paling balak, peneghapan AI nanyah jamo tantangan sai perleu ditanganei guno memasteiko manfaatno direalisasiko secagho adil jamo etis.

Salah sateu tantangan utamou iyolah implikasi etis AI. Pengembangan jamo penyebaran sistem AI haghus dituntun ulah prinsip-prinsip etika pakai nyegah bias, diskriminasei, jamo konsekuensei sai mak diagowko baghihno. Algoritma AI dapek secagho mak sengajou melanggengko bias sai wat di-lem data pelatihan, sai mengaghah bileng hasil sai mak adil jamo diskriminatif.

Misalno, sistem pengenalan wajah ghadeu ditembukko ngemik tingkat kesalahan sai lebih gheccak pakai jimo babakno bewarnou, ngegheccakko kekhawatiran tentang pemakaian dilem penegakkan hukum jamo pengawasan.

Guno ngatasei masalah ijo, sangun petting pakai ngemasteiko keragaman dilem tim pengembangan AI jamo pakai ngebangun kerangka kerjo sai kuat guno ngejajal jamo ngurangei bias dilem sistem AI.

Privasei Data

Privasei Data iyolah peghhatian petting baghihno. Sistem AI begattung anjak sejumlah balak data guno begungsei secagho efektif, ngehasilke pertanyoan tentang nyo cagho data ijo di kuppulko, di pikko, jamo dipakai. Skandal Cambridge Analytica, dikedou data jutaan pemakai Facebook diakuk tanpa persetujeuan tiyan, merhateiko potensei penyalahgunoan data pribadei.

Guno ngelindungi data sai ketat, ghegeh peraturan perlindugan data umum (GDPR) di Eropa, perleu ditegakko secagho global. Selain ino, ngembangko sistem AI makai teknik ngejagou privasei, ghegeh privasei diferensial, dapek nulung ngurangei resiko sai berhubungan jamo pemakaian data.

Peghubahan Kerjoan

Kemampuan otomatisasi AI ngehasilko tantangan sai signifikan bagei tenago kerjo. Sementaro AI dapek nyiptako peluang kerjo bagheu, AI munih diharapko dapek ngegatteiko jenis kerjoan tertenteu, terutamo sai ngelibatko tugas rutin jamo berulang.

Menughut sebuah laporan anjak Forum Ekonomi Dunia, otomatisasi dapek ngegatteiko 85 (waleu puluh limou juta) kerjoan di tahun 2025 (wou ghibeu wong puluh limou) tapei munih dapek ngehaslike siwo puluh piteu juta peran bareu.

Guno ngatasei tantangan ijo, petting pakai beinvestasi dilem program reskilling jamo upskilling guno ngebekalei pekerjo jamo keterampilan sai diperleuko pakai kerjoan di masa depan.

Pemerintah, lembaga pendidikan, jamo bisnis perleu bekolaborasei guno ngehasilko ekosistem sai kuat pakai pembelajaran berkelanjutan jamo pengembangan profesional.

Risiko Keamanan

Sistem AI rentan anjak serangan siber jamo manipulasi pemusuhan. Peretas dapek nge-eksploitasei kelemahan dilem algoritma AI pakai ngelancarko serangan, manipulasi data, atau nyebabko kegagalan sistem. Misalno, serangan permusuhan terhadap mubil self-driving dapek nyebabko kecelakaan bencana.

Ngemasteiko keamanan jamo ketahan sistem AI paling petting guno nyegah skenario ghegeh inou. Ijo ngebutuhko penelitian jamo investasei berkelanjutan dilem langkah-langkah keamanan siber, jamo pengambangan sistem AI sai dapek ngedeteksi jamo nanggepei ancaman secagho langsung.

Bahasa Indonesia

Kehadiran AI merupakan suatu tantangan zaman. Sebagai generasi masa depan, kita harus bisa melihat transformasi digital ini sebagai peluang untuk membantu berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Peningkatan Kualitas Hidup

AI dapat secara signifikan meningkatkan kualitas hidup dengan meningkatkan perawatan kesehatan, pendidikan, dan layanan publik. Sistem perawatan kesehatan bertenaga AI dapat memberikan deteksi dini penyakit, perawatan yang dipersonalisasi, dan pemantauan jarak jauh, memastikan hasil kesehatan yang lebih baik bagi individu.

Sistem kecerdasan buatan ini tertanam dalam smartwatch, smartphone, dan berbagai gawai yang tanpa Anda sadari telah membantu meningkatkan kualitas hidup kita.

Dalam pendidikan, AI dapat mendorong ketersediaan akses pendidikan berkualitas untuk semua kalangan, memungkinkan pembelajaran seumur hidup dan pengembangan keterampilan anak.

Pertumbuhan Ekonomi

Dampak AI terhadap aspek ekonomi sangat besar. Inovasi berbasis AI dapat meningkatkan produktivitas, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan industri dan peluang kerja baru. Untuk bisnis, AI dapat meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan pengalaman pelanggan, dan memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data, memberikan keunggulan kompetitif di pasar global.

Keberlanjutan dan Pelestarian Lingkungan

AI dapat memainkan peran penting dalam mengatasi tantangan global, seperti perubahan iklim dan konservasi lingkungan. Sistem bertenaga AI dapat mengoptimalkan konsumsi energi, mengurangi limbah, dan meningkatkan manajemen sumber daya.

Misalnya, Google DeepMind telah menggunakan AI untuk mengurangi konsumsi energi pusat datanya hingga 40%. AI juga dapat mendukung upaya pemantauan dan konservasi lingkungan dengan menganalisis citra satelit, memprediksi bencana alam, dan melacak populasi satwa liar. Dengan memanfaatkan AI untuk keberlanjutan, kita dapat bekerja menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

AI memiliki potensi untuk menjembatani kesenjangan sosial dan ekonomi, mendorong inklusi dan keadilan yang lebih besar. Teknologi bantu yang didukung AI dapat memberdayakan individu penyandang disabilitas, memungkinkan mereka untuk hidup lebih mandiri dan berpartisipasi penuh dalam masyarakat.

Misalnya, pengenalan suara berbasis AI dan pemrosesan bahasa alami dapat membantu individu dengan gangguan pendengaran dalam komunikasi. Selain itu, AI dapat membantu mengidentifikasi dan mengatasi ketidaksetaraan sosial dengan menganalisis data tentang faktor sosial ekonomi, memungkinkan intervensi dan pembuatan kebijakan yang ditargetkan.

Pelestarian Kebudayaan

Bahasa dan budaya daerah adalah identitas suatu bangsa. Dari bahasa dan budaya, tercerminlah sejarah, dan kekayaan intelektual suatu masyarakat. Sayangnya, banyak bahasa daerah menghadapi ancaman kepunahan, termasuk salah satunya bahasa Lampung. Bahasa Lampung kini memiliki jumlah penutur yang semakin sedikit. Namun, teknologi, khususnya Artificial Intelligence, dapat memainkan peran vital dalam pelestarian bahasa dan budaya daerah ini.

Melalui metode seperti Neural Machine Translation (NMT), pengenalan karakter, dan analisis data budaya, kita dapat memperkuat pemahaman, menghasilkan konten digital berbahasa daerah, dan memperluas aksesibilitas terhadap warisan budaya lokal. Kolaborasi antara teknologi dan komunitas akan membantu menjaga bahasa daerah tetap hidup dan relevan di era digital.

Meskipun AI menawarkan potensi besar, tantangan tetap ada, termasuk kurangnya kesadaran masyarakat.

Oleh karena itu, pendekatan holistik yang melibatkan pendidik, peneliti, dan komunitas lokal diperlukan. Dengan semangat kebersamaan, kita dapat memastikan bahwa bahasa dan budaya daerah terus dijaga dan dikenal oleh generasi mendatang.

Simpulan

AI memberi kesempatan untuk mengubah hidup kita menjadi lebih baik, menawarkan peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam perawatan kesehatan, pendidikan, transportasi, hiburan, dan seterusnya.

Namun, menyadari potensi ini membutuhkan penanganan tantangan etika, privasi, perpindahan pekerjaan, dan keamanan yang terkait dengan implementasi AI. Dengan mendorong kolaborasi antara pemerintah, bisnis, dan akademisi, budayawan, masyarakat dan dengan memastikan bahwa prinsip-prinsip etika memandu pengembangan AI, kita dapat memanfaatkan kekuatan AI untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah, lebih inklusif, dan berkelanjutan.

Mari kita beradaptasi dengan tantangan dan peluang yang disajikan oleh AI, dan bekerja sama untuk membentuk dunia di mana teknologi dimanfaatkan secara positif untuk membantu masyarakat, meningkatkan kualitas hidup kita, dan membuka jalan bagi hari esok yang lebih baik.

References

1. Accenture. (2017). Artificial Intelligence: Healthcare’s New Nervous System.

2. McKinsey & Company. (2020). Autonomous vehicles: The next revolution.

3. Buolamwini, J., & Gebru, T. (2018). Gender Shades: Intersectional Accuracy Disparities in Commercial Gender Classification. Proceedings of Machine Learning Research.

4. Cadwalladr, C., & Graham-Harrison, E. (2018). Revealed: 50 million Facebook profiles harvested for Cambridge Analytica in major data breach. The Guardian.

5. World Economic Forum. (2020). The Future of Jobs Report 2020.

6. PwC. (2018). The macroeconomic impact of artificial intelligence.

7. DeepMind. (2016). Reducing Google Data Centre’s energy by 15% using DeepMind AI. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda