Berita Foto Opini

Opini: Ujian Menulis Bahasa Prancis Mudah dan Pasti Lulus

Opini: Ujian Menulis Bahasa Prancis Mudah dan Pasti Lulus

Setia Rini. | Dokumentasi

Setia Rini. | Dokumentasi

Oleh Setia Rini, Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung

Siapa di sini yang sudah pernah mengikuti ujian kemahiran berbahasa Prancis atau DELF? Jika ditanya bagaimana pengalaman mengikuti ujian DELF, pasti responsnya sangat beragam ya.

Apalagi jika ditanya bagaimana perolehan skor untuk masing-masing keterampilan yang diujikan. Untuk mencapai kata lulus pada ujian DELF memang tidak mudah ya, tetapi juga bukan sebuah hal yang sulit.

Hanya saja perlu diperhatikan bahwa jika kita ingin lulus ujian DELF, total skor yang diperoleh dari empat keterampilan berbahasa yang diujikan harus mencapai 50/100.

Nilai 50 tersebut dikatakan lulus dengan catatan bahwa minimal skor yang diperoleh untuk setiap keterampilan adalah minimal 5. Jadi wajib untuk diingat ya, ketika nanti kita akan mengikuti ujian DELF.

Lalu bagaimana untuk jenis ujian keterampilan menulis ya? Pada umumnya, jenis tes untuk keterampilan menulis bahasa Prancis memiliki perbedaan untuk level A dan B ya.

Untuk level A1 dan A2, ada 2 jenis tes atau 2 soal menulis, sedangkan untuk level B1 dan B2 hanya ada 1 soal saja. Untuk jenis soal menulis A1 pada umumnya berupa soal melengkapi identitas diri dengan beragam format dan juga berupa korespondensi atau surat menyurat sederhana dengan jumlah kata 40-50.

Adapun korespondensinya biasanya berupa menjawab email atau undangan teman (menerima atau menolak), menceritakan aktivitas sehari-hari, studi, pekerjaan, keluarga, dll., atau juga mendeskripsikan seseorang (teman baik, keluarga, tempat wisata, negara atau tempat tinggal, dll).

Adapun untuk jenis soal menulis level A2 biasanya berupa 1 soal menulis teks dan 1 soal menulis korespondensi dengan karakteristik utama adalah penggunaan bentuk waktu lampau (passé compose dan imparfait).

Korespondensi level A2 berupa menulis pesan atau surat juga email sederhana yang bersifat nonformal, ditujukan kepada teman, dengan maksud untuk mengundang/menolak atau menerima/ berterima kasih/meminta maaf/meminta tolong/menginformasikan/mengucapkan selamat, dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk jenis teks nonkorespondensi biasanya berupa deskripsi terkait peristiwa/ kegiatan/aktivitas/pengalaman pribadi. Jumlah kata yang diminta untuk ujian menulis level A2 antara 60-80 kata.

Sedangkan untuk jenis soal ujian menulis level B1 dan B2 biasanya hanya terdiri dari 1 soal saja, yaitu teks atau pun korespondensi. Bedanya dengan dengan level A, jenis korespondensi yang diminta pada level B biasanya bersifat resmi.

Jumlah kata yang harus dicapai pada level B1 adalah 160-180 dengan durasi waktu pengerjaan selama 45 menit. Pada level B1 ini, kita harus mampu menuliskan opini pribadi kita terhadap tema-tema umum seperti bidang pekerjaan, lingkungan, pendidikan, dan lainnya.

Adapun spesifikasi jenis tulisan yang biasanya diujikan adalah esai, artikel, email, surat resmi, dll. Untuk level B2 jumlah kata yang diminta adalah minimal 250 kata dengan durasi waktu 1 jam.

Pada level B2 ini, tentu tuntutan kemampuan menulis yang diberikan lebih tinggi dibandingkan B1. Pada level ini kita harus mampu mengambil keputusan pribadi terhadap sebuah permasalahan atau isu yang diungkapkan melalui debat tertulis, surat resmi, artikel kritik, email dll.

Itulah karakteristik jenis soal menulis yang wajib kita pahami sebelum kita memutuskan untuk mengikuti ujian DELF. Kita harus memahami dengan baik untuk masing-masing level sehingga kita dapat menyiapkan latihan sebaik mungkin.

Jenis soal-soal menulis tersebut tidak pernah berubah sampai dengan saat ini, sehingga sebenarnya tidak ada alasan tidak lulus terutama untuk bagian ujian menulis ini.

Namun, ada hal lain yang perlu diperhatikan selain memang terkait karakteristik jenis soal yang diujikan ya. Latihan secara rutin wajib dilakukan karena menulis apalagi dalam bahasa asing bukanlah hal yang mudah, apalagi bahasa Prancis.

Pada umumnya, apa yang dituliskan dengan apa yang diucapkan sangat berbeda sehingga inilah yang biasanya menjadi salah satu penyebab sulitnya menguasai banyak kosakata atau sulitnya menulis dalam bahasa Prancis. Oleh karena itu, kita harus membiasakan sesering mungkin menulis dalam bahasa Prancis.

Selain itu, menulis memiliki banyak sekali aspek yang harus dikuasai dengan baik selain terkait tulisan atau ortograf maupun ide dan wawasan kita. Semakin tinggi level ujian DELF yang kita ambil, maka semakin luas tuntutan wawasan yang kita miliki.

Misalnya untuk level B1 dan B2, tema soal yang diberikan adalah berupa hal-hal aktual yang sedang terjadi di banyak bidang seperti ekonomi, pekerjaan, pendidikan, lingkungan, kesehatan, dll.

Dua hal lainnya yang tak kalah penting dan wajib kita kuasai adalah tata bahasa dan kosakata. Jika pada level A2 kita dituntut untuk dapat menggunakan dengan baik terkait bentuk waktu lampau yaitu passé composé dan imparfait, pada level B1 maupun B2 tuntutan kecakapan tata bahasa yang harus kita kuasai menjadi lebih kompleks.

Kita harus mampu mengkonjugasikan verba dengan berbagai bentuk waktu dan subjek dengan benar, harus bisa menggunakan berbagai kata ganti (pronom personnel, possessif, réfléchi, relative, interrogative, demonstrative, indéfini, adverbiaux), menggunakan berbagai macam kata hubung atau konjungsi (conjonction/ connecteur logique de la cause, de la conséquence, du but, de l’opposition, dll.).

Selain itu, aspek-aspek tata bahasa lainnya juga wajib kita perhatikan dan upayakan menguasainya dengan baik. Salah satu tips untuk ujian menulis B1 dan B2 adalah hindari untuk melakukan kesalahan tata bahasa pada level di bawahnya yaitu A1 dan A2. Misalnya, konjugasi dalam bentuk waktu saat ini (présent), sangat wajib untuk dihindari.

Kita harus menunjukkan bahwa kemampuan tata bahasa kita dalam tulisan yang kita buat memang sesuai pada level B, baik B1 maupun B2. Selain itu, kita harus menggunakan kosakata yang beragam, sehingga kenapa pada level B ini sebaiknya kita lebih memperbanyak bacaan kita agar kosakata bahasa Prancis semakin meningkat.

Pada level B, biasanya banyak digunakan sinonim, sehingga jika kita tidak banyak membaca maka akan menyulitkan kita baik ketika memahami perintah soal maupun ketika mengerjakannya. Jika pada level A kita masih menggunakan kosakata yang sangat terbatas hanya pada tema kehidupan sehari-hari, tema pada level seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, menuntut kita untuk memiliki wawasan yang luas.

Wawasan yang luas sama dengan kosakata yang luas, sehingga ketika kita menulis tidak hanya mengulang-ulang kata yang sama. Jika kita menulis Nous devons planter des arbres dans la fôret, bisa ditulis menjadi Il faut.

Bahkan, akan lebih baik jika menggunakan subjonctif seperti Il faut que nous plantions.

Contoh lainnya, jika kita ingin mengatakan pentingnya, Planter des arbres sont des actions très importantes/pertinentes atau bisa juga Il est nécessaire de planter des arbres.

Selain itu, kita juga perlu memperhatikan pada jenis tes menulis korespondensi, terutama pada level B, yaitu pada aspek sosiolinguistik. Aspek sosiolinguistik adalah aspek penilaian di mana kita dapat menentukan bagaimana berkomunikasi dengan lawan bicara pada konteks formal.

Strategi yang wajib kita ingat pada bagian ini adalah selalu biasakan untuk se-vouvoyer dan gunakan conditionnel sebagai bentuk sopan santun atau bahasa halus dalam berkomunikasi.

Jadi pada konteks formal jika kita ingin menuliskan “Saya ingin melamar pekerjaan di perusahaan Anda”, sebaiknya ditulis Je voudrais postuler à votre entreprise, bukan Je veux.

Voilà, beberapa hal penting yang wajib kita tahu dan ingat, juga wajib kita biasakan dan kita ulang-ulang sesering mungkin dalam tulisan-tulisan kita supaya lulus ujian menulis bahasa Prancis.

Lulus ujian DELF dengan nilai tinggi bukan lagi sekedar mimpi, coba buktikan! []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda