Wartalampung.id, Jakarta – Masyarakat Indonesia dinilai masih belum cakap berbahasa Inggris. Dari 100 negara yang disurvei oleh EF English Education First tahun ini, Indonesia terpuruk di posisi 74 atau berada di zona rendah. Indonesia kalah jauh dibandingkan Singapura yang menempati posisi 10, Filipina 27 dan Malaysia 30, dan Vietnam di posisi 65.
Diantara negara ASEAN, kecakapan berbahasa Inggris masyarakat Indonesia hanya unggul dari Kamboja 84, Thailand 89 dan Myanmar 93. Menurut Christopher McCormick selaku EF Executive Vice President for Academic Affairs, negara yang menduduki posisi pertama cakap berbahasa Inggris adalah Belanda. Disusul Denmark, Finlandia, Swedia, Norwegia, Austria, Portugal, Jerman, Belgia dan Singapura.
EF English Proficiency Index edisi 2020 atau indeks kecakapan Bahasa Inggris dirilis oleh EF Education First, perusahaan pendidikan international yang fokus pada bahasa akedemisi, pertukaran budaya, dan perjalanan pendidikan.
EF EPI 2020 telah menganalisis data 2,2 juta orang bukan penutur asli Bahasa Inggris dari 100 negara dan wilayah. Untuk mengukur indeks kemampuan bahasa Inggris ini, EF EPI menggunakan nilai tes dari EF Standard English Test (EF SET), tes Bahasa Inggris standar yang tersedia secara gratis dan pertama di dunia. EF SET ini telah digunakan di berbagai negara oleh ribuan sekolah, perusahaan, dan pemerintah untuk tes berskala besar. [Gapey Sandy]