Berita Foto Opini

Opini: Romantisisme Bahasa Prancis

Opini: Romantisisme Bahasa Prancis

Agatha Monica Silaban. | Dok

Agatha Monica Silaban. | Dok

Oleh Agatha Monica Silaban, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila

Penerbit Erlangga meluncurkan Buku Pengantar Bahasa Prancis bagi SMK/MAK S’il Vous Plaît untuk membantu peserta didik sekolah menengah kejuruan (SMK) dalam belajar bahasa Prancis.

Buku ini menjadi penyemangat bagi pelajar bahasa Prancis. Namun, banyak siswa masih beranggapan bahwa tidak ada keuntungan mempelajari bahasa Prancis. Lantas hanya bahasa Inggris sajakah yang menjadi mata pelajaran bahasa asing di sekolah?

Bahasa asing adalah bahasa kedua−ketiga, dan seterusnya−yang dipelajari oleh seseorang (setelah bahasa Ibu). Selain itu, penamaan bahasa asing juga bersifat politis yaitu bahasa yang digunakan oleh bangsa lain.

Seorang penutur bahasa Indonesia dari bangsa Indonesia akan menganggap bahasa Prancis sebagai bahasa asing. Pembelajaran bahasa asing resmi telah dimulai di lingkup sekolah dasar, di mana mata pelajaran bahasa Inggris membuka pemikiran anak-anak mengenai bahasa lain selain bahasa ibu.

Pada tingkat sekolah menengah atas dan kejuruan, bahasa asing yang dipelajari tidak hanya bahasa Inggris. Sekolah menyediakan dua hingga tiga bahasa asing untuk dipelajari. Salah satunya bahasa Prancis.

Sekolah memberikan pengetahuan baru mengenai bahasa asing agar wawasan siswa semakin luas. Bahwa tidak hanya bangsa Indonesia yang memiliki keunikan di tiap ragam bahasa, tapi bahasa asing memiliki ciri khas masing-masing.

Selain itu, mempelajari bahasa asing dapat mempermudah siswa kelak di dunia kerja maupun untuk mencari teman beda negara.

Belajar bahasa asing tidak dibatasi usia. Siapa pun dan dimana pun orang dapat mempelajari bahasa asing. Penerbit Erlangga memfasilitasi pelajar bahasa Prancis dengan buku S’il Vous Plaît dalam Indonesia berarti “Tolong”.

Buku ini cocok digunakan bagi pemula yang ingin belajar komunikasi sehari-hari dan komunikasi dasar di dunia kerja.

Menurut laman https://www.berlitz.com/blog/most-spoken-languages-world, sebanyak 280 juta penutur (77 juta penutur asli dan 203 nonpenutur asli) bahasa Prancis tersebar di seluruh penjuru dunia. Hal ini menyebabkan bahasa Prancis berada di posisi ke-5 sebagai bahasa yang paling banyak digunakan di dunia.

Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran bahasa asing yang wajib sejak sekolah dasar, bahasa Prancis sebagai bahasa budaya dengan keintiman bahasa romantisisme.

Romantisisme adalah aliran karya sastra yang berpusat pada perasaan, hasrat, kemauan yang berhubungan dengan keindahan terutama di bidang seni, kesusastraan, budaya, bahkan pergerakan intelektual. Lalu, di manakah letak romantis bahasa Prancis?

Pengucapannya menggunakan nada rendah dan terdengar seperti berbisik. Suara bisikan terjadi karena bunyi sengau dan pelafalan huruf yang terdengar seperti orang mendesah (huruf r, t, v, en, in, on).

Bahasa Prancis terdengar harmonis karena intonasi yang telah diciptakan dengan penggunaan liason (kata disambung) dan silent letter membuat bahasa menjadi seperti alunan melodi.

Romantisisme dari bahasa ini dapat dilihat dari negaranya (Prancis) yang telah terkenal sebagai negara romantis, pusat seni dan kebudayaan Eropa baik mode maupun seni murni (lukisan, patung, puisi, teater, dan lainnya).

Bahasa Prancis memiliki bunyi nasal/sengau seperti “non” yang dibaca /nong/ berarti tidak.

Bahasa Prancis masih mempertahankan “accent” dalam penulisannya seperti “présente” dimana é menggunakan “accent”.

Bahasa Prancis juga terkenal dengan aturan ejaannya yang superrumit. Apa yang ditulis jauh beda dengan apa yang diucapkan. Salah satu contoh paling ekstremnya ialah kata “oiseaux” yang berarti ‘burung-burung’ diucapkan /wazo/.

Seseorang tidak salah jika menguasai bahasa asing. Namun sebagai penutur bahasa yang baik, sebanyak apa pun bahasa yang telah dipelajari, hargailah bahasa tersebut dengan menghormati tata bahasa dan memperhatikan tempat/daerah di mana bahasa asing akan digunakan. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda