Mega Diana Zamzam dan Khamidah Eka Safitri. | Tangkapan layar Instagram Khamidah

Oleh Annisa Salsabila, Mahasantri Mahad Al Jamiah UIN Raden Intan Lampung
Menjaga mood saudara dengan tidak banyak tanya ketika Lebaran itu sangat penting. Momen sekali dalam setahun ini dimanfaatkan oleh seluruh umat muslim untuk berkumpul bersama keluarganya.
Semua bersuka cita, berbagi, dan melepas penat. Namun, tak jarang ketika Lebaran ada beberapa orang yang memilih untuk diam di kamar, mengunci diri.
Bukan karena tidak rindu dengan saudaranya, tetapi karena malas bertemu dengan pertanyaan sepele tetapi bisa mengganggu kondisi psikologi seseorang.
Pertanyaan seperti “kapan wisudanya?” atau “mana calonnya?” “Kapan nikah?” dan lain lain. Tentu ini membuat sebagian orang terganggu.
Yang seharusnya lebaran bahagia, makan ketupat atau lontong bersama kuah opor, mencicipi aneka kue, malah jadi bikin kesal setengah mati lantaran pertanyaan-pertanyaan itu.
Sebenarnya pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin bentuk perhatian dari sanak saudara. Bertanya kapan nikah mungkin dia ada iktikad mencarikan jodoh.
Tanya kapan selesai skripsinya mungkin dia ada niat membantu dalam penelitian. Tetapi kebanyakan orang-orang hanya ingin tahu saja kemudian membanding-bandingkan dengan pencapaian orang lain.
Nah, ini yang membuat malas. Lagi terpuruk, malah dibanding-bandingkan. Sebaiknya, ketika Lebaran, kita menghindari basa basi dengan kalimat kapan nikah, kapan wisuda, dan lainnya.
Alangkah baiknya kita menunggu untuk ia bercerita sendiri tentang apa yang dia rasakan. Barulah kita bertanya agar tidak seolah-olah diintimidasi oleh pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Momen hangat ini jangan dirusak dengan membandingkan pencapaian orang lain kepada sanak saudara kita. Toh orang-orang sudah ada porsinya masing-masing. []
