Ilustrasi. | Dokumentasi

Oleh Aulia Kartika, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung
YouTube merupakan salah satu platform berbagi video yang dibuat pada tahun 2005 di Amerika Serikat. Platform yang satu ini awalnya hanyalah tempat menonton video bagi orang awam.
Akan tetapi, bagi orang yang mengerti, YouTube merupakan tempat penghasil uang yang cukup menjanjikan jika nama kalian sudah terkenal dan memliki jutaan penonton.
Banyak orang yang menjadikan YouTube sebagai tempat utama untuk mencari uang. Bahkan sekarang ini banyak artis yang juga membuka channel YouTube sendiri untuk mencari uang.
Banyak cara yang mereka lakukan, seperti membuat musik, bernyanyi, vlogging, video pembelajaran, dan bahkan ada yang rela mempelajari bahasa asing hanya untuk mencari penonton diluar dari negaranya.
Hal inilah yang awalnya membuka peluang orang asing untuk membuat konten bertemakan Indonesia untuk menarik pengunjung asal Indonesia yang notabenenya negara Indonesia memiliki peringkat keempat sebagai negara dengan penduduk terbanyak.
Belakangan ini, banyak YouTuber luar negeri yang menggunakan embel-embel Indonesia untuk menarik perhatian penonton asal Indonesia. Hanya dengan menggunakan judul yang berbau Indonesia, seperti menggunakan judul dengan bahasa Indonesia hingga mencoba kebudayaan Indonesia, akan ada banyak orang Indonesia yang akan menontonnya.
Hal tersebut dikarenakan masyarakat Indonesia yang terlalu bangga atau overproud jika ada orang luar negeri yang menggunakan Indonesia dalam kontennya. Konten apa pun asalkan berbau tentang Indonesia pasti mengundang masyarakat untuk menontonnya.
Apalagi jika bukan warga Indonesia asli yang membuat konten tersebut. Maka otomatis banyak yang akan menonton video tersebut.
Selain sifat overproud masyarakat Indonesia, sifat penasaran juga menjadi salah satu pemicunya. Jika ada konten YouTube apapun tentang negara sendiri, pasti mengundang penasaran.
Terlebih jika bukan warga asli Indonesia yang membuat konten tersebut. Apalagi jika idolanya yang menjadi bintang tamu dalam konten tersebut.
Misalnya, seperti konten salah satu YouTube channel TV asal Korea Selatan, yaitu KBS Indonesia, banyak yang mengundang Idol untuk mencoba budaya Indonesia. Hal tersebut tentunya banyak menarik minat penonton yang penasaran sekaligus bangga jika idolanya mencoba budaya negaranya.
Hal itulah yang dimanfaatkan oleh orang luar negeri atau warga asing yang ingin mencari uang atau cuan dengan mudah. Mengetahui besarnya peluang tersebut, membuat mereka terpacu untuk terus membuat konten tentang Indonesia.
Memang sebenarnya bagus jika Indonesia disukai dan dikenal oleh orang luar negeri. Itu jika memang niat mereka untuk mempelajari Indonesia dengan sepenuh hati.
Akan tetapi, kalau hal itu hanya untuk menaikkan penonton mereka, hal itu terkesan mereka hanya memanfaatkan nama Indonesia saja untuk mendapatkan cuan.
Kita sebagai rakyat Indonesia harusnya lebih bisa memilih dan memilah apa yang kita tonton. Sebab, jika tidak, hal itu hanya akan membuat kita sebagai rakyat Indonesia menjadi bahan tertawaan masyarakat luar negeri.
Mereka bisa saja tertawa karena mereka dengan mudahnya mendapatkan penonton hanya dengan membuat judul berbahasa Indonesia.
Memang hal tersebut terkesan sepele, tapi apakah kita rela kita menjadi bahan tertawaan mereka? Coba kita pikir lagi.
Kita malah terlihat terlalu mudah dibodohi. Karena nyatanya, belum tentu mereka benar cinta dengan Indonesia seperti yang dibilang di dalam konten-konten yang dibuat.
Bisa saja mereka bilang cinta Indonesia hanya untuk konten, padahal kenyataannya tidak demikian.
Hingga saat ini, semakin berjamurnya YouTuber yang menargetkan Indonesia sebagai pasarnya. Hanya dengan judul seperti “Orang Korea Mencoba Nasi Goreng untuk Pertama Kalinya”, “Reaksi Orang Korea Melihat Penyanyi Indonesia”, “Reaksi Bibi Korea Makan Rendang,” dan lain sebagainya yang memiliki konten dengan judul serupa.
Sebagai contoh, banyak YouTuber Korea Selatan yang membuat konten tentang Indonesia, dan bilang cinta Indonesia. Tapi di sisi lain, terekam saat pemudi Indonesia bermain salah satu platform video yaitu OmeTV dan bertemu pria Korea Selatan, yang dimana pria Korea Selatan tersebut berlaku rasis terhadap pemudi itu dan juga Indonesia.
Bisa saja kita berpikir positif seperti “mungkin itu hanya seorang oknum saja yang berlaku rasis”. Namun, tak bisa hiraukan kalau hal tersebut berasal dari pemuda yang asalnya juga dari Korea Selatan. Di mana Korea Selatan merupakan salah satu negara dengan YouTuber yang menggunakan nama Indonesia yang paling banyak.
Mulai sekarang, marilah kita sebagai warga Indonesia untuk mulai mengurangi rasa overproud dan gampang penasaran terhadap konten-konten yang berbau nama Indonesia. Kita harus bisa mencari, memilih dan memilah mana konten yang memang mengedukasi dan tidak hanya memanfaatkan kita hanya untuk cuan.
Karena semakin lama, semakin banyak dan menjamurnya channel-channel luar negeri yang membawa nama Indonesia. Selain itu, juga memperbanyak tontonan yang mengedukasi yang dapat bermanfaat bagi kita. []
