Khamidah Eka Safitri. | Dokumentasi

Khamidah Eka Safitri, Juara III Dream Inspiring Women 2023, Runner Up II Putri Hijab Indonesia
Saya Khamidah Eka Safitri, anak sulung dari dua bersaudara. Ibu saya selalu bilang, sejak kecil saya selalu berusaha mencapai apa yang saya inginkan. Dan terkadang, secara tidak langsung saya memvisualisasikan mimpi saya.
Salah satu hal bermakna yang mengubah kehidupan saya adalah saat mengikuti ajang Putri Hijab Indonesia tahun 2020. Saat itu saya mewakili Provinsi Lampung di ajang nasional.
Sebelumnya saya mengikuti audisi di daerah dan alhamdulillah dinobatkan menjadi juara pertama. Setelah itu, lanjut berjuang di ajang nasional dan alhamdulillah dinobatkan sebagai Runner Up II Putri Hijab Indonesia 2020.
Beberapa saat setelah selesai ajang Putri Hijab Indonesia, saya membuka media sosial Facebook untuk sekadar menyapa teman-teman. Muncul notifikasi dari Facebook, bahwa lima tahun yang lalu saya pernah memposting Top 3 Putri Indonesia di tahun 2015. Di situ saya mengganti wajah mereka dengan wajah saya.
Dan yang lebih mengejutkan lagi, saya menulis takarir (caption): Ini aku 5 tahun ke depan. Padahal, saya sendiri pun lupa akan hal tersebut.
Seketika saya langsung merinding dan mengucap syukur. Ternyata mimpi saya dahulu sekarang menjadi nyata.
Itulah salah satu mimpi yang berhasil saya wujudkan sehingga sekarang saya bisa lebih bermanfaat untuk banyak orang dengan ilmu dan pengalaman yang saya miliki. Saya diundang di berbagai acara untuk menjadi narasumber, berkolaborasi dengan berbagai wadah atau gerakan sosial, dan lain lain.
Namun, hal itu tidak membuat saya puas dan tinggi hati. Justru saya harus menciptakan mimpi mimpi yang lain dan siap untuk memperjuangkan mimpi tersebut. Saya terbiasa bermimpi dan merawat mimpi tersebut sampai akhirnya mampu untuk mewujudkannya.
Karena saya percaya Allah itu tidak akan membiarkan hambanya yang berikhtiar dengan kuat begitu saja. Yakinlah bahwa pertolongan-Nya akan selalu menyertai hamba-Nya.
Tidak hanya dengan memvisualisasikan mimpi untuk menjadi nyata. Saya juga memiliki beberapa hal yang saya lakukan supaya apa yang saya impikan segera saya dapatkan.
Inilah beberapa tips yang bisa kamu lakukan:
1. Mohon rida dan restu kedua orang tua
Ini hal pertama yang sangat penting. Bahkan, begitu pentingnya sampai Allah swt ikut meridai apa yang kita lakukan jika orang tua kita juga rida atas apa yang kita lakukan. Dan ini yang pasti saya lakukan dan meminta orang tua, terkhusus ibu untuk ikut mendoakan mimpi kita.
Bahkan ada ungkapan, boleh jadi jika kita berhasil, itu bukan karena kehebatan kita melainkan karena dahsyatnya doa ibu kita. Dan bersukur orang tua saya selalu mendukung penuh untuk apa pun yang saya inginkan, selagi saya dapat bertanggung jawab.
2. Fokus dengan mimpi
Memiliki mimpi yang tinggi terkadang diremehkan oleh sebagian orang. Bahkan, terkadang orang- orang di sekitar kita juga ikut mengucilkan mimpi yang kita inginkan. Sedari kecil, saya memiliki kepercayaan diri yang lebih, berani untuk tampil ke depan, berani untuk menyampaikan pendapat, berani untuk mengungkapkan apa yang saya rasakan.
Kebetulan juga saya memiliki postur badan yang lebih tinggi dari teman-teman saya yang lain. Tapi justru karena hal itu saya sering sekali diolok-olok karena tinggi badan saya. Seperti ejekan dengan kalimat “tinggi banget kaya galah”, “tinggi banget suka makan bambu ya”, dan lain-lain.
Mungkin mereka tidak bermaksud mengejek atau merundung. Akan tetapi, kata-kata tersebut cukup membekas di hati saya. Sampai akhirnya saya bertekad suatu saat nanti saya membuat pencapaian prestasi di mana prestasi tersebut hanya dikhususkan bagi yang memiliki badan dengan minimal tinggi badan tertentu.
Hal itu lagi-lagi tercapai dengan saya berhasil menjadi Paskibraka Provinsi Lampung tahun 2016 dan menjadi model peragaan busana. Sampai akhirnya saya sekarang tidak merasa terganggu jika ada yang mengomentari tinggi badan saya.
3. Memvisualisasikan mimpi
Kenapa memvisualisasikan mimpi itu penting? Sebab, dengan mewujudkan dalam bentuk gambar atau tulisan itu dapat memacu diri untuk lebih semangat meraihnya.
Saya terbiasa menulis di awal tahun hal hal yang ingin dicapai, target dalam setahun yang ingin digapai. Dengan begitu, aktivitas yang dilakukan akan mengarah kepada hal hal yang mendukung kesuksesan mimpi yang saya buat.
Selain itu, memvisualisasikan mimpi juga membuat semakin percaya diri dan terhindar dari rasa minder yang menyelimuti diri. Tapi ingat ya, jika hanya memvisualisasikan tanpa adanya usaha, juga sama saja nihil.
4. Menjaga konsistensi dalam mewujudkan mimpi
Sering kali di antara kita hanya semangat di awal dalam menentukan mimpi, tapi pada saat berproses tidak maksimal sehingga banyak yang memilih untuk mengganti mimpi yang sudah diciptakan.
Tips supaya mimpi tetap konsisten yaitu dengan memastikan bahwa mimpi yang kita buat benar-benar hal yang kita inginkan. Jika kita mencapai mimpi tersebut akan membuat kita bahagia.
Tapi jika ternyata mimpi yang kita buat tidak bisa digapai walaupun sudah ikhtiar dengan maksimal, serahkan semuanya kepada Allah swt dan yakin bahwa apa yang kita dapatkan adalah hal terbaik yang ditakdirkan untuk kamu.
5. Ikhtiar sungguh-sungguh dan berdoa
Allah itu sesuai dengan prasangka hambanya. Dari situ kita diperintahkan untuk selalu memikirkan hal baik atas apa yang kita inginkan. Dan saya percaya hukum law and acts, kita akan tarik-menarik dengan apa yang kita pikirkan.
Jadi, setiap memiliki keinginan, pastikan bahwa kita benar-benar maksimal menjalankan proses dan berdoa kepada Sang Kuasa jika kita benar-benar menginginkan mimpi yang kita buat.
Tapi ingat, apa pun hasilnya, berhasil atau tidak, pasti ada hikmah dan pembelajaran yang bisa kita petik. Seperti halnya saya saat mengikuti seleksi Paskibraka Nasional di tahun 2016.
Seleksi provinsi lolos dengan peringkat pertama dan secara otomatis dikirim ke nasional untuk mengikuti seleksi paskibraka tingkat nasional. Saat itu saya sebagai juara I provinsi dan teman saya sebagai juara II provinsi berangkat bersama.
Qodarullah, ternyata yang lolos justru teman saya. Tapi, saya tidak menyesal karena saya telah melakukan usaha dengan maksimal. Dari situ saya mendapat pembelajaran baru dengan memaknai makna ikhlas yang sebenarnya.
Menerima dengan lapang dada dan mengembalikan semuanya kepada Sang Maha Pencipta. Tugas manusia hanyalah berusaha. Urusan hasil, berpulang kepada Yang Kuasa.
Dari pengalaman yang diceritakan di atas, saya ingin mengajak pembaca khususnya para perempuan untuk tidak takut bermimpi setinggi-tingginya.
Optimistislah dalam berproses. Kenali diri sendiri. Sadar akan kelebihan dan kekurangan. Saatnya kita yang bergerak, bukan lagi sekadar melihat pencapaian orang lain.
Sudah tidak ada lagi kata insecure. Yang ada hanyalah memaksimalkan usaha untuk menciptakan hasil yang membuat kita bersyukur.
Jangan lagi terperangkap dengan anggapan bahwa perempuan itu harus diam di rumah, perempuan itu lemah, atau pernyataan apa pun yang menyudutkan perempuan.
Ingatkah dahulu waktu zaman jahiliyah di mana setiap lahir bayi perempuan langsung dikubur hidup hidup. Perempuan tidak diperbolehkan hidup dengan tenang, bahkan perempuan dijadikan budak pemuas seks.
Setelah lahirnya Islam, harkat dan martabat perempuan diangkat. Kini kita berada pada momentum di mana kita mesti berjuang mencapai apa yang kita inginkan.
Jangan takut mempunyai impian. Gapai impian itu dengan kerja keras, keikhlasan, dan doa kepada Sang Khalik. Insya Allah kita diberikan pertolongan dan kelancaran. Wallahualam bissawab. []
