Berita Foto

Opini: Kuasai Bahasa Prancis dengan Menulis

Opini: Kuasai Bahasa Prancis dengan Menulis

Setia Rini. | Dokumentasi

Setia Rini. | Dokumentasi

Oleh Setia Rini (Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung)

Dari Abdullah bin Amr dan Anas bin Malik radhiyallahu anhuma, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Jagalah ilmu dengan menulis.”

Hadis inilah yang menjadi salah satu alasan saya sangat suka menulis. Selain ada banyak manfaat yang diperoleh dengan menulis, ilmu yang dimiliki juga akan semakin terikat dan terjaga dengan baik.

Ilmu tidak selamanya dapat diingat, tidak selalu dapat dikuasai jika tidak diulang-ulang dan dijaga. Menjaga ilmu dan pengetahuan yang sudah diperoleh adalah salah satunya dengan menuliskannya.

Imam Asy-Sya’bi pernah berkata, “Apabila engkau mendengar sesuatu, maka tulislah sekalipun di tembok.”

Berusahalah untuk menulis meskipun tidak mudah. Bahkan ketika zaman Nabi saw, Alquran ditulis pada pelepah kurma, papan, kulit binatang, tanah keras, batu dan lain-lain.

Dan saat ini, dengan mudahnya kita dapat menulis di manapun yang kita mau. Dalam hitungan detik, tulisan itu pun akan dibaca oleh banyak orang.

Baca juga: Opini: Internet of Things, Cara Perkaya Kosakata Bahasa Prancis dengan Menyenangkan

Ya, melalui pesatnya perkembangan teknologi dan internet, aktivitas menulis bisa dilakukan di dunia maya. Media sosial misalnya, adalah salah satu platform yang sebenarnya jika digunakan dengan tepat dan bijak akan memberikan banyak manfaat.

Saya pun seringkali mendorong mahasiswa untuk dapat memanfaatkan sosial media dengan optimal. Tidak hanya sekadar memiliki akun dan sebatas untuk kepentingan scroll up and down, melainkan mencoba untuk mulai memanfaatkannya dengan mengunggah hal-hal yang positif.

Posting hal-hal menarik tentang bahasa Prancis misalnya, bisa saja menjadi alternatif aktivitas menulis yang menyenangkan. Selain mengikat ilmu yang diperoleh selama perkuliahan bahasa Prancis, unggahan hal-hal menarik tentang bahasa Prancis juga dapat menjadi media untuk belajar menggunakan bahasa Prancis.

Nyatanya belajar bahasa asing bukanlah perkara mudah, melainkan juga bukan perkara yang sulit. Intinya semuanya bisa dipelajari dan akhirnya nanti akan dikuasai.

Selain dengan praktik berbicara bahasa Prancis, tentu saja kita dapat lakukan praktik dengan menulis bukan? Seperti yang saya ungkapkan di awal, mengikat atau menjaga ilmu yang sudah dipelajari adalah dengan menuliskannya.

Mudahnya akses kita untuk menulis, baiknya kita sambut dengan sukacita. Kita tidak harus bersusah payah menulis di pelepah kurma atau batu seperti zaman dulu.

Cukup kita gunakan jempol kita untuk mengetik hal-hal yang bermanfaat dan jadilah, sebuah postingan yang bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain.

Masalahnya, tidak semua orang suka menulis. Tetapi saya memiliki cara yang sangat strategis yang tentu saja sangat efektif dilakukan sekalipun bagi individu-individu yang tidak suka menulis.

Di kampus, kebetulan saya mengajar mata kuliah menulis (Production/ Expression Écrite). Mau tidak mau, suka tidak suka, setiap mahasiswa yang mengikuti mata kuliah tersebut harus menulis.

Aktivitas menulis tersebut dilakukan tidak terbatas hanya di atas kertas karena tentu saja akan membosankan. Saya manfaatkan media sosial baik itu percakapan Whatsapp untuk berkomunikasi atau diskusi dengan menggunakan bahasa Prancis.

Atau juga saya wajibkan mahasiswa untuk membuat tulisan berbahasa Prancis baik secara individu maupun tim di Instagram. Bahkan, setiap angkatan mahasiswa yang saya ajar, memiliki akun IG masing-masing sehingga sangat memudahkan pengerjaan tugas/ujian/proyek berbasis menulis.

Akun tersebut dapat diakses oleh umum. Jika ingin belajar bahasa Prancis, @francaisunila21, @pe1prancisss23, @franceclasss.a, @prcb.iells merupakan akun-akun IG mahasiswa bahasa Prancis FKIP Unila yang berisi berbagai postingan tentang bahasa Prancis.

Ada banyak postingan berupa tulisan-tulisan bahasa Prancis pada akun tersebut. Melalui tulisan dan berbagai postingan tentang bahasa Prancis di IG, tentu saja harapan besar saya sebagai dosen tersimpan di dalamnya.

Harapan agar mahasiswa-mahasiswa saya dapat mengikat ilmu yang sudah diperoleh dan membagikan ilmu itu sebanyak-banyaknya kepada orang lain.

Daripada akun IG kosong tanpa ada postingan apa pun, coba mulai dengan menulis sesuatu yang kita suka. Jika hobi memasak, suka kuliner, posting serba-serbi kuliner Prancis.

Kosakata-kosakata bidang gastronomie tentu akan menjadi postingan yang menarik. Orang lain juga mendapatkan ilmu dari apa yang kita posting.

Atau jika suka mode, posting berbagai hal tentang brand Prancis seperti Hermès [Ermes], Louis Vuitton [Lui Vitong], Chanel [Shanel], Christian Dior [Kristiang Dior (rkh)], Saint Laurent [Sang Lorong] dan lainnya.

Baca juga: Belajar Bahasa Prancis, Membiasakan Televisiong-Demongstrasiong-Kroasong

Posting berbagai kosakata tentang mode. Posting terkait trend mode di Prancis, tentu saja semua ditulis dalam bahasa Prancis ya atau bercampur dengan bahasa Indonesia.

Tentu saja akan sangat menyenangkan jika kita posting hal-hal yang memang kita sukai. Tetapi jangan lupa, kaitkan dengan bahasa Prancis dan tentu saja gunakan bahasa Prancis.

Menulis itu panggilan jiwa. Menulis itu dari hati.

Menulis itu buah dari wawasan dan hasil bacaan yang luas. Kita tidak akan bisa menulis jika kita tidak pernah membaca.

Kita tidak akan pernah bisa menulis jika kita tidak memulainya.

De Winston Churchill mengatakan, “Écriture est une aventure. Au début c’est un jeu, puis c’est une amante, ensuite c’est un maître et ça devient un tyran” yang dapat diterjemahkan menjadi “menulis adalah sebuah petualangan. Awalnya itu permainan, lalu menjadi kekasih (serius), lalu master (ahli), dan menjadi tiran (raja/ penguasa).

Menulis membutuhkan proses panjang sehingga menghasilkan tulisan yang layak untuk dibaca. Jika Churchill menganggap menulis adalah sebuah petualangan, Pramoedya Ananta Toer memberikan pendapat yang cukup menampar.

Orang boleh pandai setinggi langit, tai selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.

Betapa pentingnya menulis bukan? Apalagi kita yang notabenenya adalah orang-orang yang sedang belajar bahasa asing.

Jika kita tidak pernah berbicara bahasa Prancis, tidak pernah menulis dalam bahasa Prancis, lalu dengan cara apalagi kita akan menguasai bahasa Prancis? []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda