Berita Foto Opini

Opini: Kosakata Bahasa Prancis Miliki Banyak Kemiripan

Opini: Kosakata Bahasa Prancis Miliki Banyak Kemiripan

Setia Rini

Setia Rini

Oleh Setia Rini (Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila)

Belajar bahasa Prancis adalah hal yang sangat menyenangkan. Bagi yang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik, akan sangat membantu ketika kita belajar bahasa Prancis, terutama terkait kosakata.

Banyak sekali kosakata bahasa Prancis yang merupakan serapan dari bahasa Inggris. Atau juga, tidak sedikit kosakata bahasa Prancis yang sama persis dengan bahasa Inggris baik penulisan maupun pengucapannya yang dalam konteks pembelajaran bahasa disebut anglicisme.

Anglisisme adalah peminjaman kata dari bahasa Inggris ke dalam bahasa lain. Misalnya saja kata-kata berikut: marketing (n.m), parking (n.m), smartphone (n.m), dan lain-lain.

Selain itu, nyatanya bahasa Prancis adalah bahasa di mana memiliki kosakata yang mirip, bahkan sama, namun memiliki makna yang berbeda. Dalam istilah bahasa, ketika kita menjumpai kata yang sama pengucapannya namun maknanya berbeda, maka disebut dengan homofon.

Misalnya saja le vert (n.m) bermakna warna hijau, le ver (n.m) yang berarti cacing, le verre (n.m) bermakna kaca.

Ketiga kata tersebut sama-sama dibaca ver. Jadi, kita harus hati-hati betul terutama dalam komunikasi lisan, karena pengucapannya sama, maka kita harus paham dengan konteks yang sedang dibicarakan. Apakah ucapan ver yang dimaksud adalah warna hijau, cacing atau kaca?

Tetapi, hal itu sebenarnya sangat menyenangkan untuk dijadikan sarana untuk belajar bahasa Prancis. Kesamaan pengucapan maupun kesamaan penulisan tersebut justru dengan cepat dapat menambah kosakata bahasa Prancis kita.

Wawasan pengetahuan kita menjadi lebih luas dan variatif. Ada banyak sekali kosakata dalam bahasa Prancis yang memiliki kesamaan ucapan maupun tulisan, dan maknanya berbeda.

Oleh karena itu, tentu kita harus hati-hati jika akan mengucapkan sesuatu, apakah yang kita maksud sudah pas atau justru keliru.

Contoh yang sering terjadi di kalangan mahasiswa terkait kemiripan kosakata ini, di antaranya kata kerja menceritakan dengan bertemu, yaitu raconter (rakongter) dan rencontrer (rongkontre).

Sebenarnya dari segi pengucapan, kedua verba tersebut berbeda, tetapi faktanya kedua kata tersebut acap maknanya tertukar baik oleh mahasiswa tingkat dasar maupun tingkat menengah.

Contoh lainnya adalah kata tikus dan tersenyum yang dalam bahasa Prancis adalah souris (n.m) dan sourire (v.). Dua kata ini pun sebenarnya agak berbeda pengucapan, suri bermakna tikus sedangkan surir bermakna tersenyum.

Ada juga beberapa kata yang dalam bahasa Prancis diucapkan sama tetapi maknanya berbeda. Misalnya, oh, ô, au, aux, eau, eaux, os semuanya diucapkan sama yaitu “O”.

Padahal makna dari masing-masing kata adalah ungkapan oh, o, ke untuk tempat tunggal, ke untuk tempat jamak, air dalam bentuk tunggal, air dalam bentuk jamak, dan tulang. Padahal kita hanya mengatakan “O” saja ya, tetapi ternyata maknanya bisa menjadi air bahkan tulang.

Selain memiliki kemiripan atau kesamaan dalam pengucapan, kosakata dalam bahasa Prancis juga banyak yang memiliki kesamaan dalam pengucapan maupun penulisan tetapi ternyata maknanya berbeda. Fenomena ini dalam ilmu bahasa disebut dengan homonim.

Contohnya, une feuille (un fei) yang bisa bermakna sehelai daun atau selembar kertas. Contoh lainnya adalah avoir affaire dan avoir à faire sama-sama diucapkan avwar afer.

Adapun maknanya adalah memiliki bisnis/urusan dan harus melakukan sesuatu. Atau kita ingin mengatakan buah alpukat atau pengacara yang dalam bahasa Prancis sama-sama avocat?

Inilah seni orang-orang bahasa. Ada banyak hal yang bisa dipelajari, sehingga kenapa belajar bahasa itu sangat menyenangkan.

Ternyata, butuh kehati-hatian dan ketelitian terutama dalam mengucapkan sesuatu agar tidak terjadi salah persepsi. Terlebih, rata-rata orang Prancis kalau berbicara memang terkenal sangat cepat bahkan seperti tidak terdengar bagi kita yang memang pemelajar bahasa Prancis sebagai bahasa asing.

Oleh karena itu, jangan bosan untuk terus mempelajari banyak hal dari bahasa Prancis, termasuk kekayaan kosakatanya yang sangat beragam namun menjebak jika tidak hati-hati.

Merci atau mercy kalau kita hendak mengatakan terima kasih dalam bahasa Prancis? []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda