Aksi soldiaritas Palestina di Bandar Lampung dua pekan lalu. | Ramzy Nauval

Oleh Susi Ramia (Humas Salimah Bandar Lampung)
Krisis kemanusiaan pada konflik Palestina-Israel menjadi poros perhatian seluruh dunia. Setiap negara, warga, dan masing-masing individu memiliki beragam persepsi.
Tidak luput dari perhatian adalah opini dari kalangan selebritis yang juga ikut menjadi perhatian warga, terutama kalangan netizen. Selama perseteruan Palestina dan Israel, media sosial dipenuhi bahasan tentang itu dan masing-masing berdiri dengan pendapat yang beragam.
Ada beberapa artis yang pro terhadap palestina, ada yang pro Israel dan ada yang netral. Salah satu kasus yang viral dan menjadi sorotan netizen adalah terkait beberapa kalangan selebritis di Indonesia yang memberi tanda like pada postingan Galgadot, artis keturunan Israel yang menyerukan “I stand With Israel”.
Tak nyana, beberapa artis di Indonesia kemudian tak lepas dari kritikan serta protes para netizen yang dinilai tidak berperikemanusiaan karena menyetujui pernyataan Galgadot tersebut. Bukan hal yang ditutupi, bahwa selebritis tidak jauh dari sponsor iklan produk yang mereka bawa.
Terikat kontrak, beberapa artis memilih bungkam. Hal ini seperti diungkapkan oleh salah satu selebritis, Syifa Hadju, yang mengaku diputus kontraknya oleh salah satu produk yang berasal dari Israel.
Lainnya, selebritis dunia Kanye West, rapper asal Amerika Serikat, dalam wawancara terbarunya dengan Cuomo Newsnation, secara gamblang menjelaskan artis Hollywood tidak berani berbicara karena adanya ancaman terhadap karier apabila mereka bersuara terhadap kiris kemanusiaan di Palestina.
Melihat tekanan dari Israel terhadap beberapa negara dan beberapa tokoh, termasuk kalangan selebritis, ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan, mengapa Israel begitu berpengaruh terhadap dunia, utamanya pada perekonomian?
Mengutip dari beberapa web berita internasional seperti BBC dan CNN, adapun alasan mengapa Israel begitu kuat menguasai perekonomian adalah, pertama, banyaknya tenaga ahli yang melakukan eksodus dari negara-negara Eropa selama pecah Perang Dunia II untuk menghindari persekusi.
Pada 1970-an, industri-industri yang dipegang oleh tenaga ahli tersebut berkembang pesat di Israel, antara lain pupuk, pestisida, farmasi, bahan kimia, plastik, dan logam berat.
Kedua, pada tahun 1990-an, para insinyur terampil juga berdatangan dari negara-negara bekas Uni Soviet untuk bermigrasi ke Israel. Kedatangan mereka membuat negara Israel semakin dilimpahi oleh sumber daya manusia terampil yang pada akhirnya menyebabkan industri Israel semakin berkembang dan maju menguasai pangsa pasar dunia.
Dari paparan di atas bisa dilihat bahwa Israel telah lama menguasai industri-industri di dunia. Israel bahkan memiliki produk-produk yang sudah tersebar dan diakui di seluruh dunia.
Produk-produk inilah yang ditengarai menjadi sponsor para selebritis dunia. Industri film pun tak luput dari sponsor negara Bintang Daud tersebut.
Sebab lain yang menguatkan posisi Israel adalah dukungan negara-negara imperialis Timur dan Barat. Suplai senjata serta militer Israel didukung kuat oleh sekutu utama Israel yakni Amerika Serikat dan Inggris.
Sejarah mencatat, restu kependudukan Israel adalah pada masa pemerintahan Presiden Truman yang secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap pembentukan negara Yahudi.
Sepanjang tahun 1947, Komisi Khusus PBB untuk Palestina mengkaji permasalahan Palestina dan merekomendasikan pembagian Palestina menjadi negara Yahudi dan negara Arab.
Kembali pada viralnya protes netizen terhadap beberapa selebritis di Indonesia dan dunia dalam memandang konflik Palestina Israel, bisa dlihat bagaimna kasus ini harus disikapi secara cermat dan secara bijak. Sebab, hal ini berkaitan dengan hak asasi dan juga kemanusiaan.
Maka itu, sudah sepatutnya, pertimbangan akan hal tersebut menjadi hal yang mendasari dukungan mereka. Bukan sekadar tren ataupun ikut-ikutan dan kemudian lenyap karena adanya ancaman terhadap keberlanjutan karier mereka.
Ketika berbicara pada sisi kita sebagai bangsa yang berlandaskan UUD 1945, jelas dengan tegas kita sebagai bangsa tentunya menggarisbawahi pada poin-poin yang telah lama kita tempatkan sebagai salah satu dari bunyi pada pembukaan UUD 1945.
“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”. []

Tinggalkan Komentar Anda