MIlah Smart. | Dokumentasi

Oleh Milah Smart, Pendiri Mila Training Center
Selayaknya pada setiap aktivitas kita kebaikan. Kebaikan yang melahirkan kebaikan lagi. Terus tumbuh dan melahirkan kebaikan yang baru. Kebaikan buat pribadi, keluarga, sahabat dan usia kita.
Pribadi yang baik tentu bukan pribadi yang menghambakan diri pada manusia, memuja mahluk yang hina dan lemah, untuk mendapat kedudukan dan terpenuhinya setiap hasrat dalam diri.
Pribadi yang baik adalah terus dicintai Ilahi dan didoakan oleh setiap mahluk di bumi. Kehadirannya membawa kebaikan, menjaga auratnya, senantiasa bersyukur, taat dan terus konsiten dalam menghambakan diri hanya kepada Allah Rabb semesta.
Keluarga yang baik tentu orang tua, kakak dan adik-adik yang saling mendukung dan selalu mendoakan setiap langkah kaki agar Allah berkahi. Pasangan yang baik, yang menjadi sahabat perjalanan sepanjang hidup hingga kembali kepada-Nya. Anak-anak saleh dan saleha yang menyejukkan mata.
Penulis pernah mendapatkan nasehat bahwa “rezeki yang baik itu bukan pada banyaknya harta yang kita miliki tapi pada halal dan baiknya harta yang kita punya. Semakin bertambah harta, semakin bertampah jua syukurnya. Senang berbagi, penyayang,dan tidak memiliki penyakit hati.”
Usia yang baik bukan pada panjangnya umur, melainkan pada aktivitasnya yang penuh dengan ketaatan. Mencintai Allah dan Rasulnya melebihi cinta kepada diri dan makhluk. Semoga Allah bimbing kita.
Sebagaimana Rasul sampaikan “Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatika. “Wahai Allah, aku mohon pertolongan agar aku selalu ingat (dzikir) kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah yang baik kepada-Mu).” (HR Abu Daud dan Nasa’i).
Berkah adalah kunci kebahagiaan hidup. Tidak ada kebahagiaan kecuali keberkahan hidup.
Ia bagai bunga yang mekar, harus aromanya dan terus bertumbuh dan menyegarkan. Mengihasi kehidupan kita, keluarga, pasangan, keturunan dan usia kita.
Terus bergerak adalah salah satu dari banyak langkahnya. Bergerak dengan tetap memperhatikan ketentuan-ketentuan yang sudah Allah tetapkan dan sesuai yang Rasul ajarkan. Karena jika tidak, semua aktivtas tidak akan diterima.
Gerakan mendasar bagi seorang muslim adalah selalu mengikatkan hati dan sepenuh jiwanya hanya kepada Allah semata. Bertakwa dan senantisa memperkatikan apa saja yang telah diperbuatnya.
Sebagaimana Allah SWT, ingatkan dalam firman-Nya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S Al-Hasyr : 18).
Kemudian beranjak untuk mengimplementasikan nilai-nilai ilahi dalam kehidupan keseharian dengan amal, serta terus berkomitmen untuk menjadi pribadi teladan sebagaimana telah dicontohkan Nabi dan para salafus saleh yang keistikamahannya tidak perlu diragukan. []
