Berita Foto Opini

Opini: Ekspektasi dan Realita Belajar Bahasa Prancis

Opini: Ekspektasi dan Realita Belajar Bahasa Prancis

Afra Nafisah

Afra Nafisah

Oleh Afra Nafisah, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung

Bahasa asing penting untuk dipelajari karena akan sangat bermanfaat untuk kita berkomunikasi dengan orang asing ataupun saat bekerja di luar negeri. Selain bahasa Inggris, ada banyak bahasa asing lainnya yang dipelajari orang saat di sekolah atau di lembaga kursus.

Salah satunya adalah belajar bahasa Prancis. Bahasa Prancis merupakan salah satu bahasa yang paling banyak dipelajari selain bahasa Inggris.

Lebih dari 260 juta orang menggunakan bahasa Prancis di seluruh dunia dan lebih dari 30 negara menggunakan bahasa ini sebagai bahasa resmi secara de jure atau de facto. Bahasa Prancis juga merupakan bahasa diplomasi, yaitu bahasa yang digunakan sebagai bahasa kerja dan bahasa resmi PBB dan banyak institusi atau organisasi internasional lainnya seperti Uni Eropa dan Palang Merah Internasional.

Sudah banyak negara-negara yang mempelajari bahasa Prancis baik itu di sekolah, universitas, atau lembaga kursus lainnya. Di Indonesia kita bisa belajar bahasa Prancis di sekolah, universitas, atau di lembaga kursus seperti IFI (Institut Français Indonesia) atau AF (Alliance Française).

Ketika seseorang belajar bahasa Prancis di sekolah, biasanya yang dipelajari adalah penggunaan bahasa yang baik dan benar. Namun realita tak seindah ekspektasi saat belajar, apalagi ketika kita mempraktekkan apa yang kita pelajari di sekolah ke kehidupan nyata. Kenapa demikian?

Hal ini dikarenakan bahasa yang dipelajari di sekolah akan sangat berbeda baik pelafalannya maupun struktur kalimatnya ketika kita berkomunikasi langsung dengan orang native maupun ketika berada di lingkungan negaranya.

Begitu juga yang terjadi ketika belajar bahasa Prancis. Saat kita bertanya kepada pelajar bahasa Prancis yang baru pulang dari negara Prancis, dia pasti mengatakan bahwa apa yang ia pelajari selama di sekolah sangat berbeda dengan realita masyarakat di sana.

Pelajar itu merasa bahwa bahasa yang dipelajari di sekolah seolah tidak terpakai sama sekali. Kenapa hal ini bisa terjadi?

Karena di sekolah, kita diajarkan bahasa Prancis yang baku dengan struktur kalimat yang benar. Sedangkan di kehidupan nyata, masyarakat Prancis sering berbicara secara informal dan kosakata serta struktur kalimat yang digunakan sangat berbeda dengan yang kita pelajari di sekolah.

Seperti contoh, saat di sekolah kita diajarkan bahwa kalimat “il te parle” (Dia berbicara denganmu) kita akan mengatakan “Il te parl”. Namun kenyataannya orang Prancis akan mengatakan “it parl”, karena kata “il” dan “te” diucapkan menjadi “it”.

Kemudian contoh lainnya yaitu pada penggunaan kata “que” dalam kalimat ” je veux que tu lui parles” (Saya ingin kamu berbicara dengannya), yang dipelajari di sekolah adalah bahwa pelafalan nya itu ” jeveu kee tului parl”.

Namun, orang Prancis akan mengatakan “shveu ktu lui parl”. Selain itu pengucapan orang Prancis ketika berbicara yang sangat cepat memengaruhi bagaimana perbedaan pengucapan ketika kita belajar di sekolah.

Hal inilah yang membuat banyak pelajar bahasa Prancis mengalami kesulitan ketika mendengar percakapan bahasa Prancis di film, audio ataupun di Youtube.

Lalu bagaimana cara kita mengatasi kesulitan tersebut? Saya pikir dengan pengalaman maka kita akan cepat mengerti bagaimana mengatasi kesulitan berbicara dengan orang Prancis.

Seperti dengan berkomunikasi langsung dengan orang Prancis melalui media sosial atau bisa berkunjung langsung ke negaranya. Dengan pengalaman nyata seperti itu kita bisa belajar bagaimana bahasa sehari-hari mereka yang tidak kita pelajari di sekolah. Sehingga hal itu bisa membuat bahasa yang kita pelajari semakin fasih. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda