Endang Ikhtiarti

Oleh Endang Ikhtiarti, Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila
Ada 10 norma kesopanan dari leluhur orang Prancis yang secara umum perlu kita ketahui agar kita bisa menyesuaikan diri pada saat hidup di Prancis. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.
Misalnya, bagi orang Indonesia yang ingin bekerja/sedang mendapatkan tugas kerja di sana, atau bagi para pemuda pemudi Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di negara tersebut.
- Tidak boleh membawakan atau memberikan bunga krisan (bunga kematian) kepada siapa pun, kecuali pada bulan November. Bunga kuburan ini hanya boleh dibawa pada tanggal 1 November karena bunga tersebut hanya berbunga pada bulan November.
2. Sangat penting untuk setiap orang mengucapkan bonjour (selamat pagi, siang), bonsoir (selamat malam) pada saat kita masuk toko, kantor, ruang tunggu, dll.
3. Meskipun orang Prancis tidak selalu ramah, mereka sangat mematuhi aturan dalam membuat surat-menyurat yang berlaku dengan berbagai norma-norma yang sangat sopan.
4. Sangat normal (sudah biasa) jika kita melihat dua pria atau pria dan wanita berjabat tangan dengan cepat terutama di lingkungan pekerjaan untuk menandai pertemuan dan perpisahan
5. Pada saat perjumpaan, berciuman di kalangan orang Prancis adalah hal yang biasa, antara pipi dengan pipi. Yang dimulai dari pipi kiri lalu ke pipi kanan dalam konteks persahabatan.
Mereka tidak boleh berciuman dengan bos atau atasan mereka.
Tradisi berciuman ini sangat berbeda dengan tradisi orang Amerika. Orang Amerika jika bertemu dengan teman-temannya, saudara, kolega, dan lain-lain, mereka saling berpelukan, bukan berciuman.
6. Orang Prancis memanggil kita dengan sebutan “Anda”. Itu adalah hal yang sangat sopan dan formal. Hal tersebut biasanya dilakukan untuk berbicara dengan atasan kita atau orang yang lebih tua dari kita atau dengan orang yang kita hormati.
Tetapi jika kita menggunakan sebutan kata “kamu”, itu digunakan untuk berbiacara dalam konteks yang tidak resmi, untuk hubungan yang lebih dekat (akrab) misalnya dengan teman sebaya (seumuran), dengan keluarga, misalnya ayah, ibu, kakak, dan adik.
7. Para pria harus kelihatan lebih berwibawa, gagah (maskulin) dalam hubungan antara pria dan wanita. Misalnya sangat sopan jika pria membukakan pintu di suatu tempat untuk wanita terlebih dahulu.
Misalnya membukakan pintu pada saat masuk rumah atau membukakan pintu mobil bagi wanita, dan membawakan tas atau bagasi berat milik seorang wanita.
Di restoran, pria dianjurkan untuk menarik kursi dan mempersilakan wanita duduk terlebih dahulu daripada pria, dan membantu menanggalkan/mencopot jas atau memakaikan jas agar lebih sopan dan pantas.
8. Jika Anda diundang makan ke rumah Prancis, biasakan tiba pada saat yang ditentukan, jangan datang lebih awal dan juga jangan datang terlambat (tepat waktu).
Pada umumnya untuk menghargai atas undangan makan tersebut, tamu membawa cokelat dan dianggap tidak sopan jika datang dengan membawa buket bunga karena dapat menghambat tuan rumah dalam menyusun persiapan pertemuan yang sudah dijanjikan dengan Anda.
Yang terbaik bunga tersebut dikirimkan tersebut keesokan harinya, supaya mempermudah kita juga untuk tahu bunga mana yang cocok dengan dekorasi rumah.
9. Di Prancis ada banyak aturan dan kesopanan di meja makan. Pada saat di meja makan, kita harus mematuhi kesopanan tersebut. Kita harus menunggu sampai semua orang yang diundang datang semua terlebih dahulu supaya dapat dilayani untuk mennyantap jamuan makan.
Beberapa contoh aturan tersebut, misalnya, tidak boleh berbicara dengan mulut penuh makanan, pada saat makan mulut kita harus ditutup, tidak boleh memotong salad dengan pisau atau mengambil pasta dengan pisau kita.
Tidak boleh menghancurkan kentang goreng di piring serta tidak memberikan saus pada kentang di atas di piring.
Tidak boleh menaruh keju di atas roti untuk dimakan, tidak boleh menempatkan siku di meja, tidak minum sebelum makan dimulai, tidak meninggalkan sisa makanan di piring, dan terutama di kalangan masyarakat bangsawan tidak boleh mengucapkan selamat makan (bon appetit) pada saat makan.
10. Kurang sopan kalau menanyakan umur dan jumlah anak jika belum begitu dekat hubungannya. Tidak sopan jika kita menanyakan agama yang dianut oleh seseorang karena di Prancis orang berhak untuk beragama dan berhak untuk tidak beragama.
Jika kita tidak mengenal orang yang makan bersama kita pada saat jamuan makan dengan dengan baik, sebaiknya memulai topik pembicaraan yang umum dulu, misalnya, berbicara tentang hujan dan cuaca.
Jika hubungan kita dengan orang tersebut sudah dekat, baru kita boleh bertanya apakah dia sudah menikah atau masih lajang atau sudah mempunyai anak.
Hendaknya tidak membicarakan tentang kepercayaan/agama, politik, dan berapa penghasilan mereka karena itu tidak sopan dan riskan. []

Tinggalkan Komentar Anda