Noer Is’ad Mahdi. | Wayan Yoga Rizki Irawan

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Noer Is’ad Mahdi, siswa SMAN 2 Bandar Lampung, bercerita tentang pengalaman dia selama menjalani pertukaran pelajar internasional di Amerika Serikat. Is’ad menjalani program yang diinisiasi Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES).
Kepada wartalampung.id hari ini di sekolahnya Is’ad mengatakan, sebelum terpilih, ia menjalani beberapa tahap seleksi online.
“Ada seleksi tingkat chapter, seleksi tingkat nasional, dan seleksi tingkat internasional. Seleksi ini pun dilaksanakan kurang lebih 1 tahun,” ujarnya.
Banyak prestasi yang pernah diperoleh Is’ad, ia pernah memenangkan lomba penelitian dari Kemendikbud, juara umum debat bahasa Inggris dan Olimpiade Bahasa Indonesia.
Kemudian pernah menjadi juara III lomba debat Bahasa Inggris dan menjadi juara II lomba debat bahasa Indonesia yang diadakan di SMA Al Kautsar secara nasional.
Ia bercerita beberapa pengalaman kala menjalani pertukaran pelajar di Negeri Paman Sam. Ia bercerita, di sana bisa mempunyai kenalan daan juga keluarga internasional yang sangat mengayomi.
Ia tinggal bersama keluarga Amerika Serikat. Ia juga kenal dan bisa berbagi pengalaman budaya.
“Belajar budaya yang baru itu pengalaman berharga buat saya,” tambahnya.
Is’ad mengatakan, perbedaan pembelajaran di Indonesia dengan di Amerika Serikat itu cukup signifikan. Salah satunya, sistem pembelajaran di kelas di Amerika Serikat itu, guru yang menetap di kelas sedangkan siswa berpindah-pindah.
Ini berbeda dengan di Indonesia di mana siswa menetap di kelas sementara guru yang berpindah dari satu kelas ke kelas lain.
“Pendidikan di sana lebih modern dan bisa menggunakan teknologi ebih efektif dan efisien. Jadi kita tidak perlu membawa buku cetak lagi,” katanya. [Wayan Yoga Rizki Irawan]
