Berita Foto Nusantara Advertorial

Nikmati Bromo, Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia Silvia Marta: Ingin ke Sini Lagi Deh….

Nikmati Bromo, Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia Silvia Marta: Ingin ke Sini Lagi Deh….

Silvia Marta Wijaya. | Dokumentasi

Silvia Marta Wijaya. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Surabaya – Silvia Marta Wijaya minggu ini mendapat pengalaman baru. Keikutsertaannya dalam program pertukaran mahasiswa merdeka (PMM) membuat mahasiswi cantik asal Universitas Teknokrat Indonesia itu ikut ke Gunung Bromo.

Selama satu semester ini, Marta, demikian sapaan akrabnya, akan kuliah di Universitas Dr Soetomo, Surabaya. Kepada wartalampung.id, Marta bercerita soal pengalaman barunya ke Bromo.

Ia juga penasaran dengan salah satu spot di situ yakni Bukit Teletubbies yang beberapa waktu lalu terbakar dan kini sudah menghijau.

Para mahasiswa program PMM ini berangkat jam 11 malam dari kampus Dr Soetomo, Surabaya. Jam empat subuhnya, dengan berkendaraan jip, rombongan menuju lokasi untuk melihat keindahan matahari terbit.

“Jam enam pagi itu mulai muncul sunrise-nya, indah banget, dan di sini superdingin, asli sampai 9 derajat. Air di sini seperti es,” kata Marta.

Ia mengatakan, usai melihat matahari terbit, ia menuju Gunung Batok dan Bromo kemudian ke Bukit Teletubbies yang sempat terbakar beberapa waktu lalu.

Kata Marta, semua sisi yang sempat terbakar itu kini sudah menghijau dan indah dipandang. Kata Marta, sopir jip yang membawa mereka sempat mengatakan, sekitar satu bulan lagi di buki tini akan tumbuh beragam bunga dengan variasi warna yang bermacam-macam.

“Aku jadi pengin ke sini lagi,” kata mahasiswi Sastra Inggris Universitas Teknokrat Indonesia itu.

Silvia Marta Wijaya. | Dokumentasi

Usai itu, Marta dan teman-temannya diajak ke Pasir Berbisik. Lokasi ini memang seperti gurun pasir dengan hamparan mahaluas.

“Kami di sana jam 11 siang. Matahari terik banget tapi angin di sini dingin banget,” kata dia.

Jam 12 siang, Marta dan teman-teman serombongan pulang. Ia dan temena-temannya puas menikmati keindahan Bromo.

“Pokoknya enggak ada pemandangan yang mengecewakan. Semuanya memanjakan mata, cakep banget,” kata dia.

Marta juga mendapat pengalaman menaiki jip yang sangat seru. Jalan yang dilalui naik dan turun serta banyak tikungan tajam. Sopir dengan ligat mengemudikan kendaraan sehingga aman dan lancar.

“Pas balik kami melewati jalan yang berbeda. Kali ini lewat Desa Tengger. Itu desa khusus suku Tengger, semuanya beragama Hindu,” ujar Marta.

Marta menambah lagi pengalaman selama ikut PMM ini. Apalagi ada Modul Nusantara yang membuatnya akan belajar banyak budaya dari etnik dan daerah lain di Nusantara ini. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda