Festival Tunas Bahasa Ibu. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kantor Bahasa Provinsi Lampung telah menutup kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Tahun 2023, Rabu, 8/11/2023.
Acara penutupan yang dilaksanakan pada Selasa malam, 7/11/2023, turut dihadiri oleh Kepala Subbagian Tata Usaha BPMP Lampung Muhammad Safran dan Kepala Bidang Persandian dan Statistik, Dinas Kominfotik Provinsi Lampung Ernita.
Dalam acara penutupan ini, Ketua Panitia FTBI Tingkat Provinsi, Sarman, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para juri, para guru pendamping, dan para peserta dari jenjang SD dan SMP yang telah begitu antusias mengikuti kegiatan ini.
Sarman juga mengatakan bahwa walaupun dalam setiap perlombaan ada yang menang dan kalah, tapi semua peserta yang hadir adalah pemenang karena semangatnya dalam melestarikan bahasa Lampung sejak dini. Merekalah tunas-tunas terbaik dari setiap kabupaten/kota yang ada di Provinsi Lampung.
Setelah sambutan dari ketua panitia, kegiatan FTBI Tingkat Nasional 2023 di Provinsi lampung ditutup secara resmi oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Lampung, Desi Ari Pressanti. Dalam pidato penutupannya, Desi mengatakan beliau begitu takjub melihat antusiasme anak-anak dalam mengikuti kegiatan ini.
Desi juga terharu ketika melihat serta mendengar anak-anak mengobrol menggunakan bahasa Lampung di area perlombaan, restoran, lobi hotel, dan tempat umum lainnya.
Hal itu memang merupakan hal langka yang jarang dilakukan oleh anak-anak di Lampung saat ini. Ia pun berharap hal ini dapat diteruskan oleh mereka dalam kehidupan sehari-hari agar bahasa Lampung tetap lestari.
Dalam acara penutupan diumumkan para pemenang dari delapan cabang lomba jenjang SD dan SMP. Delapan cabang lomba tersebut adalah sebagai berikut.
Lomba untuk jenjang SD
Mendongeng dalam bahasa Lampung
Berpidato dalam bahasa Lampung
Menulis puisi berbahasa Lampung
Membaca aksara Lampung
Lomba untuk jenjang SMP
Komedi tunggal berbahasa Lampung
Berpidato dalam bahasa Lampung
Menulis cerita pendek dalam bahasa Lampung
Menulis aksara Lampung
Dari setiap cabang cabang lomba tersebut, telah ditentukan tiga pemenang putra dan tiga pemenang putri jenjang SD dan SMP. Berikut ini daftar nama pemenang lomba dalam kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi Tahun 2023.
Pemenang Lomba Jenjang SD
1. Mendongeng dalam bahasa Lampung kategori putra
Pemenang I: Raihan Abdullah Rab, Bandar Lampung
Pemenang II: Altaf Riziq Faturrahman, Lampung Tengah
Pemenang III: M. Rifqi Alfarizi, Tanggamus
2. Mendongeng dalam bahasa Lampung kategori putri
Pemenang I: Anindyara Briliant Muslim, Lampung Barat
Pemenang II: Azizah Nadzifa Jaya, Tulangbawang Barat
Pemenang III: Khoirna Nuraini Satria, Way Kanan
3. Berpidato dalam bahasa Lampung kategori putra
Pemenang I: Fachri Zidan Aufar, Lampung Tengah
Pemenang II: Fandhy Ferdiansyah, Mesuji
Pemenang III: Osrich Taura Naro, Lampung Utara
4. Berpidato dalam bahasa Lampung kategori putri
Pemenang I: Najua Dira Utami, Lampung Barat
Pemenang II: Awwaluthviona Putri L., Mesuji
Pemenang III: Anjani Maulana Wani, Way Kanan
5. Menulis puisi berbahasa Lampung kategori putra
Pemenang I: Bintang Aslam Tajusa, Pringsewu
Pemenang II: Meidiyan Heza Al Farizi, Lampung Barat
Pemenang III: Yusuf Mahen Putra Negara, Lampung Tengah
6. Menulis puisi berbahasa Lampung kategori putri
Pemenang I: Safaatul Mukharomah, Lampung Barat
Pemenang II: Keyla Afra Atania, Tanggamus
Pemenang III: Aura Anggraini Putri, Pesawaran
7. Membaca aksara Lampung kategori putra
Pemenang I: Alkautsar Asadulusud, Lampung Barat
Pemenang II: M. Yusuf Royan Al Aziz, Tanggamus
Pemenang III: Fiki Adiansyah, Tulangbawang
8. Membaca aksara Lampung kategori putri
Pemenang I: Ratu Balqis Atmasduki, Bandar Lampung
Pemenang II: Zafira Aulia Ramadhani, Lampung Barat
Pemenang III: Zilva Artalita, Tulangbawang
Pemenang Lomba Jenjang SMP
1. Komedi tunggal berbahasa Lampung kategori putra
Pemenang I: Ariyanto, Tulangbawang Barat
Pemenang II: Akbar Rosiq, Metro
Pemenang III: Sultan Kenan, Way Kanan
2. Komedi tunggal berbahasa Lampung kategori putri
Pemenang I: Syrajna Zafira Rizki, Lampung Utara
Pemenang II: Tamara Anjani, Pesisir Barat
Pemenang III: Elvira Adeska, Bandar Lampung
3. Berpidato dalam bahasa Lampung kategori putra
Pemenang I: Revan Dwi Agustaf, Tanggamus
Pemenang II: M. Wildan N., Bandar Lampung
Pemenang III: Evan Sumantri, Tulangbawang
4. Berpidato dalam bahasa Lampung kategori putri
Pemenang I: Rifaya Samara Nora Riza, Metro
Pemenang II: Keyza Bunga Jaya, Lampung Timur
Pemenang III: Ayu Marisa, Pringsewu
5. Menulis cerita pendek dalam bahasa Lampung kategori putra
Pemenang I: Adi Ragi’ip, Pesisir Barat
Pemenang II: Imam Nusandi, Lampung Barat
Pemenang III: Fahri Arofi, Tulangbawang
6. Menulis cerita pendek dalam bahasa Lampung kategori putri
Pemenang I: Sania Calun Dwi Saputri, Metro
Pemenang II: Maysaroh, Mesuji
Pemenang III: Okma Maha Rani, Pringsewu
7. Menulis aksara Lampung kategori putra
Pemenang I: Ridho Ahsani Dafa, Lampung Barat
Pemenang II: Mahardika Alif Naufal, Metro
Pemenang III: M. Daffa Ridho Pratama, Tulangbawang
8. Menulis aksara Lampung kategori putri
Pemenang I: Alyssa Ratu Marga, Lampung Barat
Pemenang II: Aura Azizah Aprilia, Tulangbawang
Pemenang III: Neni, Tanggamus
Seluruh pemenang mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan dari Kantor Bahasa Provinsi Lampung. Pemenang I menerima hadiah sebesar Rp2.000.000, pemenang II menerima hadiah sebesar Rp1.500.000, dan pemenang III menerima hadiah Rp1.000.000. Total hadiah yang diterima oleh seluruh pemenang adalah Rp72.000.000.
Selain itu ada pula penghargaan yang diberikan pada juara umum dan kabupaten tergigih. Penghargaan juara umum didapatkan oleh Kabupaten Lampung Barat yang berhasil membawa putra-putrinya meraih enam kemenangan dari delapan cabang lomba yang dipertandingkan.
Penghargaan kabupaten tergigih diraih oleh Kabupaten Lampung Selatan atas dedikasinya dalam hal pengimbasan dan perlombaan.
Rangkaian kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah Lampung akan kembali dilaksanakan pada tahun 2024. Target peserta pada tahun depan akan lebih banyak dari tahun 2023 saat ini sehingga partisipasi dan antusiasme seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung diharapkan lebih tinggi lagi dalam hal pengimbasan dan pelestarian bahasa Lampung.
Mak gham sapa lagi, mak ganta kapan lagi. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi. Ayo terus lestarikan bahasa Lampung! []

Tinggalkan Komentar Anda