Dwita Ria Gunadi (tiga dari kanan). | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Dwita Ria Gunadi, anggota Komisi IV DPR RI, Fraksi Partai Gerindra, di tengah padatnya jadwal reses, pada Minggu (23/10) menyempatkan hadir mengunjungi Pasar Payungi Metro, sekaligus menjadi narasumber kegiatan diskusi dalam rangka peringatan HUT ke-4 Payungi dengan tema “Perempuan, Seni, dan Ekologi”.
Dalam paparan materinya, Dwita Ria menekankan pentingnya wadah untuk melakukan pemberdayaan perempuan. Kata dia, hal pertama yang perlu dilakukan, harus ada wadah.
Kata Dwita, kita tidak bisa sendiri melakukan pemberdayaan. Dibutuhkan kolaborasi berbagai stakeholder agar pemberdayaan perempuan bisa berjalan. Tentunya, kata dia, semua ini memerlukan proses yang panjang.
Dwita adalah tokoh pemberdayaan perempuan yang aktif menjadi pembina Asosiasi Wanita Tani (Askowani) Provinsi Lampung tersebut.
Dwita juga memberikan pesan sekaligus tantangan bagi peserta kegiatan diskusi ulang tahun ke-4 Payungi.
“Kalian setelah ini harus melakukan sesuatu. Payungi Metro sudah besar dan telah berhasil melewati masa dua tahun pandemi. Pastikan kalian mampu membuat Payungi-Payungi lain di daerah asal kalian masing-masing. Karena arah bangsa ditentukan oleh generasi muda,” pungkas legislator Gerindra yang juga aktif sebagai Ketua Dewan Pembina PIRA (Perempuan Indonesia Raya) Provinsi Lampung itu.
Kegiatan diskusi tersebut diikuti oleh 50 orang mahasiswa yang berasal dari Universitas Lampung dan IAIN Metro. Mereka sebelumnya sudah mengikut pelatihan di Payungi pada minggu ke-3.
Selain Dwita Ria, narasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Heni Farial, Sekretaris Dinas PPA Provinsi Lampung, dan pelaku seni M Iqbal Saputra (Sketsa Lampung). []
