Nafilah Anzani Lubis. | Devi Putri Lestari

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Nafilah Anzani Lubis meraih dua piala pada gelaran Festival Pesantren Ke-2 tahun ini gelaran Mahad Al Jamiah UIN Raden Intan Lampung.
Santri di Pondok Pesantren Modern Daarul Ikrom, Kedondong, Pesawaran ini, meraih juara I lomba pidato dan juara II lomba tilawah.
Nafilah adalah anak ke-2 dari 3 bersaudara. Kepada wartalampung.id ia bercerita, mulai berpidato sejak kelas IV SD yang diajari oleh ibunya.
Saat itu ia hanya belajar pidato berbahasa Indonesia. Saat memasuki dunia pondok pesantren, ia mulai mengasah kemampuan pidatonya. Kali ini ia mulai belajar pidato berbahasa Arab.
Kata Nafilah, di pondok pesantren tidak ada pelajaran khusus berpidato. Ia mengikuti kegiatan muhadharah yang dilaksanakan di pondoknya tiga kali dalam seminggu.
Ia belajar pada malam Selasa, malam Jumat, dan jam terakhir di hari Kamis.
Nafilah mengatakan, yang terpenting dalam berpidato adalah kita memahami makna dan pesan apa yang ingin disampaikan kepada pendengar.
Kemudian, lanjutnya, dalil.
“Jadi, kalau misalnya dalil dalam pidato itu salah, apa yang kita sampaikan itu salah jadinya,” kata dia.
Keseharian Nafilah, setelah pulang sekolah, ia mengikuti kegiatan menghafal Alquran. Pada sore hari, gadis manis ini setoran hafalan dan belajar tilawah. Malam hari ia mengikuti kegiatan muhadharah, belajar timteng (Timur Tengah), dan belajar kitab.
Nafilah mengatakan, sebelumnya ia sekolah di SD Negeri Deli Serdang Sumatera Utara. Jenjang berikutnya di Madrasah Tsanawiyah Al Manar Deli Serdang Sumatera Utara.
Ia mulai masuk pondok saat SMA di Pondok Pesantren Modern Daarul Ikrom. Dai yang ia senangi adalah OKI Setiana Dewi. Sukses untuk kamu ya, Ukhti Nafilah. [Devi Putri Lestari, Anggota Ekskul Jurnalistik Mahad Al Jamiah UIN Raden Intan Lampung]
