Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

Muslimat NU jadi Pelopor Halalisasi

Muslimat NU jadi Pelopor Halalisasi

MKNU.| Dokumentasi

Muslimat NU Lampung.| Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandarlampung-Ketua Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa meminta jajaran Muslimat NU Lampung dan di seluruh Indonesia menjadi pelopor Halalisasi. Tidak hanya produk halal, makanan halal hingga tujuan pariwisata halal untuk membantu meningkatkan kesejahteraan umat.

Khofifah mengungkapkan hal tersebut saat memberikan materi pada Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) yang diselenggarakan oleh PW Muslimat NU Lampung melalui zoom meeting, Minggu, 13 Juni 2021.

Menurut Khofifah saat ini justru Thailand yang menjadi negara kuliner halal terbesar, Korea yang menjadi tujuan wisata halal. Inggris menjadi negara yang mengembangkan ekonomi syari’ah. Australia menjadi negara pengekspor paling banyak daging sapi halal. Brasil menjadi negara pengekspor daging unggas halal terbesar di dunia.

“Indonesia justru menjadi negara pengimpor produk halal terbesar di dunia. Saya minta dengan potensi yang dimiliki, Muslimat NU mengubah kondisi ini, Indonesia menjadi pengekspor produk halal terbesar di dunia,” Kata dia dalam zoom meeting yang diikuti PW Muslimat NU dan PC Muslimat NU se Provinsi Lampung di Hotel Asoka, Bandar Lampung.

Kepala MKNU Lampung Khaidir Bujung mengatakan, PW Muslimat NU Lampung menyelenggarakan MKNU khusus untuk pengurus PW, PC, PAC Muslimat dan diikuti oleh pengurus PW Fatayat NU Lampung.

“MKNU Berlangsung selama tiga hari 12-15 Juni, ” kata Khaidir Bujung.

Menurutnya, MKNU betujuan untuk mengajak umat kembali ke Khittah NU 1926 dalam rangka meletakkan dasar-dasar usaha pengembangan jangka panjang NU di masa yang akan datang.
MKNU ke-296 kali ini menghadirkan pemateri dari PP NU, PP Muslimat NU, dan PW NU Lampung
MKNU ke-296 dibuka Ketua PW NU Lama Prof. Dr. Mohammad Mukri. Dalam sambutannya Mukri menyambut baik MKNU yang digelar oleh PW Muslimat NU Lampung.

Sementara Ketua I PP Muslimat NU Prof. Dr. Sri Mulyati mengatakan, PW Muslimat NU Lampung merupakan daerah ketiga di Indonesia yang menggelar MKNU setelah Sumatera Barat dan Bali.

Dalam zoom meeting, Khofifah juga mengingatkan bahayanya post truth atau pasca kebenaran. Saat ini, dengan banyaknya media seiring perkembangan Teknologi Informasi, maka penggiringan dan pembentukan opini publik untuk kepentingan tertentu terus dilakukan berbagai pihak. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk cerdas dalam memilih dan memilah informasi yang beredar di masyarakat.

“Mohon agar masyarakat untuk saring sebelum sharing, artinya menyaring informasi sebelum membagikan atau meneruskan informasi kepada yang lain, ” Kata Khofifah.[]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda