Program tahisn Muslimat Dewan Dakwah Lampung. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Antusiasme belajar para ibu peserta tahsin sangat luar biasa pada tablig akbar Lembaga Tahsin Quran (LTQ), Senin, 10/1/2022 di aula Dewan Dakwah Lampung.
Saif Umar Al Hafidz dalam nasihatnya mengatakan, jayanya suatu peradaban berbanding lurus dengan perhatian terhadap Alquran.
Ia mengatakan, tujuan belajar Alquran mestii dijaga kemurniannya. Kata dia, jika berpikir usai tahsin agar bisa mengajar tahsin dan bisa mendapat penghasilan, atau dianggap orang yang pintar membaca Alquran atau tujuan lainnya di luar orientasi ukhrawi, dipersilalan keluar.
Pasalnya, hal duniawi semacam itu akan menjadi penghalang. Tujuan itu tidak salah, tetapi terlalu rendah jika disandingkan dengan kemuliaan Alquran.
“Sesuatu yang disandingkan dengan kata mulia pastilah sesuatu yang berharga,” kata dia.
Kegiatan ini digawangi Muslimat Dewan Dakwah Lampung dan telah berlangsung selama dua periode dengan lama belajar selama empat bulan per periode.
Acara yang dihadiri oleh sekitar 185 orang ini dibuka oleh Ketua Dewan Dakwah Lampung KH Mukhlis Sholihin.
“Dari 78 peserta yang tercatat di periode I dan 130 peserta yang tercatat di periode II, diharapkan dapat bertahan dan bersabar dalam mengikuti program belajar selama empat bulan ke depan. Sehingga kelak akan dihasilkan lulusan yang jumlahnya sama dengan sekarang ini,” kata dia.
Acara tablig akbar yang bertema Membangun Peradaban Generasi Quran Bersama 10.000 Guru Ngaji ini merupakan pertemuan perdana seluruh peserta tahsin gratis bagi muslimah mulai usia 18 tahun ke atas.
Tak ada biaya wajib yang harus dikeluarkan oleh para peserta. Kegiatan belajar ini sepenuhnya dibiayai oleh Laznas Dewan Dakwah Lampung.
Pada kesempatan ini juga, Laznas yang diwakili oleh Ketua Cipto Wadi menjabarkan program-program yang didukung Laznas selama ini. Salah satunya adalah program Guru Ngaji dan kaderisasi dai/daiah.
Walaupun belajar tahsin ini gratis, Sri Seneng, Ketua Muslimat Dewan Dakwah Lampung, tetap mengajak para pengurus dan peserta untuk tetap berlatih berinfak guna mendukung kegiatan dakwah.
Untuk mewujudkan 10.000 guru ngaji yang menjadi program unggulan Muslimat Dewan Da’wah Lampung ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Diharapkan, para peserta tahsin inilah yang akan dipersiapkan sebagai guru ngaji, baik untuk diri pribadi maupun untuk mengajarkan baca tulis Alquran kepada masyarakat.
“Ada dua kantong kresek di kiri kanan pintu keluar, ibu-ibu bisa buang sampah uang di situ. Berapa pun nominalnya. Anggap saja ibu sedang membuang sampah. Tak perlu dipikir-pikir, tak perlu diingat-ingat jumlahnya. Sudah, masukkan saja,” ujar Sri Seneng.
Seiring dengan pesan itu, dr. Dhini Wahyuni selaku penanggung jawab kegiatan ini, saat menyampaikan tata tertib selama belajar tahsin periode II ini berpesan agar masuklah ke dalam kelas itu seperti gelas kosong agar bisa berniat ikhlas dan yakin bahwa Alquran itu mudah.
Apalagi sekarang ini, metode pembelajaran Alquran sudah dibuat untuk lebih mudah dipelajari.
Kegiatan ini berlangsung secara hybird. Beberapa ibu yang sudah usia lanjut mengikuti live streaming di aula lantai 1 Dewan Dakwah sedangkan kegiatan utama di lantai 2.
Dewan Dakwah terus berusaha melayani umat dengan memfasilitasi kebutuhan yang mendukung pengembangan diri umat. []
