Acara lempar selendang muli mekhanai. | Jeki Purnama

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Muli Mekhanai Pesisir Barat melestarikan budaya acara lempar selendang di Anjungan Pesisir Barat, PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Senin, 19/12/2022.
Tradisi ini nyaris pudar di kalangan muda mudi Lampung. Acara diselenggarakan untuk menyambut mahasiswa baru, seminar, dan lainnya.
Acara ini dihadiri juga oleh bujang gadis dari Pesisir Barat. Rizani, ketua pelaksana, menyampaikan, acara ini guna melestarikan budaya lama yang semakin memudar.
“Acara lempar selendang ini dulu namanya jago damar,” kata dia.
Masih kata Rizani, lempar selendang ini dimulai dengan adanya dua selendang. Satu untuk bujang atau mekhanai, dan satu buat cewek atau muli.
Kata dia, selendang ini diputar seiring dengan musik. Setelah musik mati, yang mendapatkan selendang maju dan memecahkan balon yang berisi tantangan atau hukuman.
“Tidak boleh menggunakan celana pendek, memakai topi, dan membawa rokok ketika membawa selendang,” ungkap Rizani.
Rizani mengatakan, acara ini dihadiri warga dari Bengkunat, Pesisir Selatan, Ngaras, Pesisir Tengah, Way Haru, dan Ngambur.
Bujang gadis atau muli mekhanai sangat antusias menikmati acara lempar selendang ini karena sudah lama acara ini menghilang dan saat ini mulai diadakan lagi.
Rizani mengatakan, acara untuk merajut silaturahmi dan penyambutan mahasiswa baru di Bandar Lampung. [Jeki Purnama, Reporter Magang Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Raden Intan Lampung]
