Ericca Tri Istifaja. | Setiawan Ferry

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Ericca Tri Istifaja lahir di Pringsewu, 11 Juni 2002. Hmm, kemarin ulang tahun nih. Cewek cantik yang kini tinggal di Desa Sidodadi, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan ini, adalah buah hati pasangan M Ishak dan Kartini.
Kariernya sekarang lumayan moncer di dunia model. Ia sering diminta menjadi model dan produk-produk fashion.
Ericca bercerita, awal mula menyukai foto karena waktu kelas II SMP ada saudaranya yang membeli kamera dan meminta Ericca menjadi objek fotonya. Dari situ saudara bilang bagus dan ada bakat.
Awal-awal difoto, kata dia, gayanya masih asal-asalan. Lantaran hasil foto diunggah di sosial media, akhirnya banyak yang menawari Ericca berfoto. Dari situ dara cantik ini keranjingan difoto. Bahkan ia sering mendapat endorse T-shirt clothing dari Kalianda dan daerah lain.
Karena mau serius, dari situ Ericca mulai rajin difoto dan berusaha punya gaya sendiri. Ia mulai menikmati keasyikan di depan lensa kamera.
Kenapa sih kamu suka difoto? Ia menjawab, dirinya sayang banget dengan momen. Sehingga, setiap momen harus diabadikan. Contohnya kala ia sedang bersama sahabat, ia selalu foto dan berusaha mengunggah di media sosial.
Ia ingins setiap kenangan baik ada di media sosialnya sehingga menjadi galeri yang lengkap di Instagramnya.
“Aku memang narsis sih dari kecil kata Mama. Lihat album semasa kecil juga aku aktif banget di kamera,” ujarnya kepada wartalampung.id hari ini via percakapan WhatsApp.
Yang jelas, Ericca merasa nyaman dengan dunianya sekarang. Ia juga bisa tahu kekurangan dan kelebihan dirinya kala difoto. Ini membuatnya makin bersyukur dan percaya diri.
“Pokoknya asik banget menurut aku. Ketika aku lagi ada sesi foto, happy gitu deh bawaanya. Dan ini juga sebagai kerjaan freelance aku sih yang menghasilkan walau gak banyak-banyak amat. Yang penting aku suka dan nyaman serta buat aku happy. Aku bakal terusin apa pun itu,” ujarnya.
Kini Ericca rata-rata foto untuk katalog dan hunting. Ia menyukai tema street. Soal gaya, kata dia, biasanya ia sendiri. Fotografer mengikuti alur darinya saja.
“Sometime mereka yang ngatur karena mereka juga kadang punya tema dengan gaya yang mereka mau, beda-beda tiap orang,” kata dia.
Dulu Ericca bercita cita menjadi dokter atau desainer. Tapi seiring waktu berjalan, ia lebih simpel dalam bercita-cita.
‘Aku cuma mau jadi orang yang berguna untuk diri sendiri dan orang lain. Tapi harus tetap menghasilkan dengan cara yang halal,” ujarnya.
Ericca juga mengaku merasakan sensasi tersendiri kala difoto.
“Seru banget sih, asyik, dan happy. Kayak ada hal baru yang aku temuin. Aku suka tantangan dan aktif banget, jadi makin ada tantangannya, makin kaya exited banget. Contohnya aku sering foto street tapi besok ada foto yang kaya pakai gaun dan full makeup. Seperti orang deg-degan, penasaran, dan enggak sabar ngerasain hari itu,” ujarnya.

Ericca merasa enjoy dengan konsep outdoor street. Sebab, sedari awal awal difoto, senang dengan gaya sendiri yang tomboy. Karena tomboy, fotografer banyak yang menyarankan be your self.
“Lo jadi diri lo sendiri. Lo gak apa-apa tomboy, lo cakep jangan minder sama model laen yang cakep dan feminin karena tiap orang beda-beda. Karena diomongin begitu aku makin pede aja jadi diri sendiri,” kata dia.
Karena tomboy itulah, Ericca demen foto di jalanan, di outdoor, panas- panasan. Ia merasa asyik kalau foto yang street street dan outdoor. Maka itu, ia akan mengeluarkan semua kemampuan ketika outdoor.
“Aku keluarin di luar aja deh semua kemampuan aku. Aku ngerasa ini diri gue banget yang suka dengan kebebasan,” kata dia.
Ericca jujur mengakui ia kurang suka konsep indoor. Ia beralasan kurang suka difoto di dalam ruangan karena lebih fokus tertuju kepada dirinya.
“Look at me gitu malah yang buat aku canggung dan sedikit kurang nyaman. Tapi kalau outdoor banyak sih yang liatin tapi banyak orang yang enggak aku kenal. Makanya aku enjoy dan makin eksploratif aja,” kata dia.
Soal foto yang paling berkesan, Ericca mengaku cukup banyak. Tapi ada satu momen yang membuatnya tak lupa sampai dengan hari ini.
Karena biasa tomboy, suatu waktu ada fotografer yang mengajaknya dalam konsep yang feminim. Fotonya di sebuah taman di daerah Sukarame.
Karena yang ada di taman itu lumayan ramai, Ericca sempat kagok juga.
“Sedikit shock, takut mati gaya. Tapi akhirnya bisa jalani dengan baik. Itu pertama kali aku di take video, so jujur aku lebih suka video cinematic daripada foto karena aku bisa eksplorasi banyak gaya,” kata dia.
Ericca juga punya kebisaan dalam hal vokal. Ia suka bernyanyi dari kelas III SMP. Ia ikut band di sekolah. Bahkan untuk di tingkat sekolah ia sering juara.
“Nama band aku dulu itu Bumble Bee, kami tampil di Sidomulyo, Bandar Lampung, Kalianda, dan Bakauheni,” kata pemilik akun Instagram @ericcatriistifaja ini.
Di SMK, ia mulai bernyanyi solo. Ia bisa bernyanyi di grand opening kafe dan acara ulang tahun. Kini ia bergabung dengan band Batassenja.
“Udah setahun setengah di Batassenja.” Sukses buat kamu ya, Ericca. []
