Adelia. | Arip Pahlopi

Wartalampungid, Bandar Lampung – Adel meletakkan tangan kanannya ke bagian leher. Pundaknya yang putih bersih terlihat dengan jelas. Ia mengenakan gaun hitam dengan riasan yang membuatnya makin cantik.
Arip Pahlopi kemudian mengambil posisi yang nyaman kemudian membidik Adel beberapa kali. Hasilnya bagus dan cantik.
Pengalaman ini mengingatkannya pada awal-awal difoto dulu. Adel sudah siap dengan pakaian kasualnya. Mengenakan celana jeans pendek, dipadu kaus dan jaket, ia makin manis dengan sebuah topi bertakhta di kepalanya. Rambut hitam panjangnya dibiarkan tergerai.
Adel bergaya di atas krat minuman berkarbonasi yang namanya sudah terkenal. Abi Wicaksono yang menjadi fotografer kemudian mulai membidikkan kamera ke tubuh semampai Adel. Jepret satu dua kali, hasilnya bagus. Kulit putih Adel berpendar dan sedap dipandang.
Ditambah lagi raut wajah manis gadis bersuku Jawa yang masih sekolah di kelas XI di SMAN 1 Pagelaran, Pringsewu itu.
Adel mengaku enjoy dengan konsep busana apa saja kala difoto. Yang ia kenakan kala difoto itu juga kasual.
Ada kalanya riasan make up juga agak tebal lantaran tuntutan foto memang demikian. Adel berusaha menikmati. Yang penting konsepnya jelas dan tidak vulgar.
“Pernah sih ditawarin suruh pake CD dan bra doang. Juga ada yang nawarin aku pakai bikini. Berapa aja dibayar aku tolak,” kata dia kepada wartalampung.id via percakapan WhatsApp.
Adel awalnya tak sengaja menjadi foto model. Bahkan pada awalnya ia kerap mendapat cemoohan.
Adel bercerita, saat kelas X ia ditawari difoto di sebuah studio foto yang baru beroperasi.
Adel diminta ikut mempromosikan. Ia pun menyambut dengan senang. Saat dfotonya jadi, ia mengunggahnya di media sosial.
“Aku dibilangin model apaan ini. Mimpi kali jadi model. Yang kayak gini mah model kampungan, mana laku,” cerita Adel.
Karena mendapat cibiran itu, Adel sempat terguncang. Ia down. Dan parahnya ia tidak percaya diri dengan kemampuannya.
Alam bawah sadarnya malah membenarkan segala nyinyiran itu. “Aku sampe nangis. Aku merasa diriku jelek dan enggak pantas jadi model,” kata cewek cantik sulung dari dua bersaudara itu.
Dari situ Adel mulai membangun kesadaran bahwa dirinya bisa. Ia tidak memedulikan lagi ucapan negatif orang kepadanya. Semua dianggap angin lalu saja.
“Yang pasti aku berusaha menghargai hasil usaha orang lain,” kata dia.
Adel mengakui, sejak kecil ia memang kepingin menjadi model. Ia ingin menjadi orang terkenal.
Orangtuanya pada awalnya tak begitu mendukung. Ia pun harus kucing-kucingan kalau mau difoto. Ibunya akhirnya luluh juga dengan keinginan kuat Adel sukses menjadi model.
Adel menuturkan, ia baru di bidang ini. Meski kadang mendapat duit hasil difoto, Adel tak mau lekas berpuas diri. Ia berupaya memperbanyak syukur dan sabar.
Cewek kelahiran 16 September 2004 itu kini tinggal di Way Jaha, Kecamatan Pugung, Tanggamus. Buat Adel, setiap kali difoto adalah pengalaman tersendiri. Jadi, ia bisa belajar dari setiap sesi foto yang ia jalani. Sukses buat Adel. []
