Mitra Bentala ajak para pihak membahas dampak perubahan iklim. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Gedongtataan – Mitra Bentala, sektor privat, dan media massa membahas dampak perubahan iklim di Kabupaten Pesawaran, Rabu, 20/9/2023.
Acara yang berlangsung di ruang rapat Bappeda Pesawaran menghadirkan tiga narasumber, yakni Kepala Bappeda Adhytia Hidayat, perwakilan PT Barry Callebaut Lampung Arif Kartika, dan Ketua PWI Pesawaran Ismail.
Kepala Bappeda mengatakan, Pemerintah Kabupaten sangat komitmen dalam upaya mengurangi dampak buruk perubahan iklim. Ia mengatakan, pemda kini mempunyai Kelompok Kerja Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (Pokja PRKBI).
“Melalui wadah ini, kolaborasi para pihak dapat diwujudkan, dengan rencana aksinya siapa berbuat apa,” katanya.
Perwakilan dari sektor privat, Arif Kartika, mengutarakan terima kasih atas kesempatan dan diundang.
“Baru kali ini ada pihak yang mengajak kami bicara terkait perubahan iklim,” ujarnya.
Arif berujar, pihaknya siap untuk bersama-sama mengurangi dampak perubahan iklim. Ia mengatakan, korporasinya peduli untuk pemberdayaan petani.
“Dengan kondisi saat ini kekeringan menimpa petani, penanaman tanaman tertunda dari sisi waktu, dan itu sangat merugikan petani,” kata dia.
Ketua PWI Pesawaran Ismail menyampaikan bahwa peran media massa lebih banyak untuk publikasi.
Kata dia, media massa sangat mendukung, apalagi dampak perubahan iklim saat ini sangat dirasakan dengan kekeringan yang melanda di banyak titik.
Direktur Mitra Bentala Rizani manyampaikan, Pemerintah Indonesia telah menghitung potensi kerugian pendapatan domestik bruto akibat perubahan iklim, yaitu total sebesar Rp115,53 triliun. Khusus sektor pertanian sebesar Rp19,94 triliun pada tahun 2024.
Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan pembangunan berketahanan iklim (KPBI) untuk periode 2020-2045. []
