Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

Milad Ke-8 Tapis Blogger, Rinda Mulyani Jelaskan Teknik Menulis Feature

Milad Ke-8 Tapis Blogger, Rinda Mulyani Jelaskan Teknik Menulis Feature

Rinda Mulyani. | Abednego Stefanus

Rinda Mulyani. | Abednego Stefanus

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Tapis Blogger merayakan ulang tahun ke-8 dengan menggelar acara bertajuk “Cakap Literasi Digital: Kiat Bikin Konten Foto, Video, dan Artikel untuk UMKM hingga Peluang Monetisasi” di IIB Darmajaya Bandar Lampung, Minggu, 1/9/2024.

Acara ini berhasil menarik minat puluhan bloger, kreator konten, dan pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Lampung.

Antusiasme para peserta sangat terlihat dari awal hingga akhir acara. Semua serius mengikuti setiap sesi workshop yang disampaikan oleh narasumber ahli di bidangnya.

Salah satu narasumber Rinda Mulyani yang merupakan pemimpin redaksi Portallnews.id, memberikan materi tentang jurnalistik.

Ia menjelaskan tentang membuat berita tidak boleh berdasarkan opini kecuali dalam penulisan blog.

“Jadi kalau dalam penulisan berita itu tidak boleh berdasarkan opini dari si penulis, tetapi menulis sesuatu di blog berdasarkan opini itu boleh karena alasan blog itu subjektif,” katanya.

Di dalam materi yang ia sampaikan, ia juga menjelaskan tentang penulisan berita 5W+1H (who, what, where, when, why, dan how).

Rinda juga menjelaskan tentang penulisan berita, struktur features atau artikel feature.

“Jadi struktur features memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan berita langsung (hard news),” katanya.

Menurutnya, artikel feature biasanya lebih mendalam, berfokus pada human interest, dan ditulis dengan gaya yang lebih naratif.

Rinda menyebutkan ada 6 elemen kunci dalam penulisan artikel struktur features.

“Jadi penulisan artikel struktur features ada 6 yaitu lead (pembukaan), nut graph (inti informasi), body (isi), quotes (kutipan), conclusion (kesimpulan), dan yang terakhir gaya bahasa,” jelasnya.

“Struktur ini membuat artikel feature lebih menarik dan mendalam, memberikan ruang bagi penulis untuk menjelajahi topik dengan cara yang lebih menyentuh sisi emosional dan intelektual pembaca,” tutupnya. [Abednego Stefanus]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda