Kopma Unila pengabdian di Desa Air Kubang, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Organisasi Koperasi Mahasiswa (Kopma) Universitas Lampung (Unila) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK ORMAWA) dari Belmawa Dikti, para mahasiswa Unila yang tergabung dalam organisasi ini telah melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Air Kubang, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus.
Kegiatan ini menjadi sorotan karena penerapan inovasi teknologi pertanian baru berupa drone rover, yang diharapkan dapat membawa dampak positif bagi produktivitas pertanian di daerah tersebut.
Dengan mengusung judul “Pengembangan Progressive Web App dan Drone Rover untuk Pertanian Presisi di Desa Air Kubang Berdasarkan Dataset Perangkat IoT Berbasis Blockchain”, kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pertanian di desa tersebut.
Inovasi yang diperkenalkan oleh mahasiswa Unila meliputi penggunaan teknologi drone rover yang berfungsi sebagai alat monitoring kondisi cuaca dan lahan pertanian, serta sebagai perangkat penyemprotan otomatis air dan pestisida.
Teknologi ini diyakini dapat membantu para petani di Desa Air Kubang dalam mengelola lahan pertanian mereka dengan lebih presisi dan mengurangi risiko gagal panen.
Pelaksanaan kegiatan ini dimulai pada bulan Juni 2024 dan akan berlangsung hingga Oktober 2024.
Selama periode tersebut, para mahasiswa akan melakukan serangkaian pelatihan dan pendampingan kepada petani setempat untuk memastikan bahwa teknologi yang diterapkan dapat dioperasikan secara efektif.
Selain itu, mereka juga akan mengembangkan sebuah aplikasi berbasis web progresif (PWA) yang dapat diakses oleh para petani untuk memantau dan mengelola data pertanian secara real time, berbasis pada teknologi IoT dan blockchain.
Menurut Ketua Koperasi Mahasiswa Universitas Lampung, Rifdah Kamila, kegiatan ini bukan hanya sekadar bentuk pengabdian, melainkan juga merupakan upaya nyata dalam mendukung pertanian presisi di Indonesia.
“Kami berharap teknologi drone rover ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para petani di Desa Air Kubang. Dengan adanya alat monitoring yang canggih dan penyemprotan otomatis, diharapkan hasil pertanian di desa ini akan meningkat dan lebih optimal,” ujarnya.
Kegiatan pengabdian ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Kepala Desa Air Kubang, Suyatno, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa Unila yang telah memilih desanya sebagai lokasi penerapan teknologi ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa Unila yang telah membawa teknologi pertanian modern ke desa kami. Ini adalah langkah besar bagi kami untuk meningkatkan kualitas pertanian di desa ini,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga tidak lepas dari kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk para akademisi dan praktisi di bidang teknologi pertanian.
Mahasiswa Unila tidak hanya mengandalkan pengetahuan yang mereka dapatkan di bangku kuliah, tetapi juga melakukan riset mendalam serta berdiskusi dengan ahli untuk memastikan bahwa inovasi yang mereka bawa benar-benar sesuai dengan kebutuhan petani di Desa Air Kubang.
Dengan dukungan ini, diharapkan teknologi yang diterapkan dapat beradaptasi dengan kondisi lokal, mulai dari jenis tanaman yang dibudidayakan hingga iklim dan cuaca setempat.
Selain fokus pada teknologi, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat keterampilan manajerial para petani. Melalui pelatihan yang dilakukan, para petani diajarkan cara mengoperasikan drone rover dan memanfaatkan aplikasi PWA untuk menganalisis data pertanian.
Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pengambil keputusan yang lebih cerdas dan efisien dalam mengelola lahan mereka.
Inisiatif ini diharapkan dapat mempercepat transformasi pertanian tradisional menjadi pertanian modern yang lebih berkelanjutan, memberikan dampak jangka panjang yang positif bagi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Dengan berjalannya program ini, diharapkan Desa Air Kubang dapat menjadi contoh penerapan teknologi pertanian presisi di daerah lain.
Ketua pelaksana kegiatan Muhammad Akbar dan dosen pembimbing Aryanto juga bersyukur kegiatan ini bisa berjalan dengan baik. []

Tinggalkan Komentar Anda