Hiburan

Mengulik Asal Mula Kue Kering Terkenal Asal Prancis Croissant

Sekitar tahun 1990-an, mulai menjamur kafe dan toko kue di Indonesia. Masyarakat perkotaan di Indonesia mulai lebih menikmati kegiatan sosial mereka dengan ngopi atau makan kue di luar rumah.

Inilah yang disebut di kalangan muda dengan budaya kongko-kongko. Dengan makin berkembangnya  ekonomi dan urbanisasi di kota, serta pengaruh budaya asing, terutama dari Eropa dan Amerika, juga turut mendorong pertumbuhan kafe dan toko kue di Indonesia.

Salah satu negara yang sangat digandrungi kue kuenya oleh orang asia adalah negara Prancis dengan berbagai kuenya yg disukai kalangan muda. Misalnya croissant, baguette, dan crêpes.

Kue-kue ini tidak asing lagi bagi para penggemar roti di dunia. Namun kali ini penulis hanya ingin mengulik sejarah croissant. Yaitu roti berbentuk bulan sabit yang identik dengan rasa butter-nya  yang gurih dan membuat ketagihan.

Tidak heran apabila kue ini menjadi cukup terkenal hampir di seluruh belahan dunia. Bahkan saat ini croissant bisa dengan mudah dijumpai di toko-toko kue serta beberapa kafe di Idonesia.

Kue croissant salah satu roti khas dari Prancis yang terkenal di dunia. Namun, sebenarnya asal usul croissant masih kontroversial.

Menurut sejarahnya, kue kering yang legendaris ini berasal dari Wina, Austria. Awal mulanya roti ini bernama kipferl. Marie Antoinette , istri raja Prancis Louis XVI yang berkuasa dari tahun 1774 sampai 1792 adalah ratu Prancis yang berasal dari keturunan kerajaan di  Austria yang secara resmi memperkenalkan dan memopulerkan croissant di Prancis sejak 1774-an .

Sumber: Roesh, R, Harold, R (2020: 48) La France Au Quotidienne. Paris. PUG FLE

Dewasa ini, croissant sangat disukai untuk sarapan pagi (petit dejeuner). Biasanya kue ini disuguhkan  dengan kopi susu (cafe au lait) baik di rumah, di kafe, di hotel dan di bistro.

Jadi sebenarnya croissant yang kita kenal sekarang, dengan tekstur renyah dan berlapis-lapis itu berevolusi dari roti Austria bernama kipferl, kemudian diolah dengan teknik puff pastry oleh masyarakat Prancis sehingga memberikan tekstur yang renyah dan berlapis-lapis.

Dan roti ini menjadi sangat populer di Prancis pada abad ke-19, terutama setelah seorang pengusaha Austria bernama August Zang membuka toko roti di Paris dan menjual roti buatannya dengan iklan di surat kabar.

Kemudian kue tersebut diberi nama croissant karena bentuknya menyerupai  bulan sabit dan memang memiliki bentuk yang menyerupai bulan sabit.

Kue ini memiliki ciri khas rasa gurih, tekstur lembut di dalam, dan renyah di luar. Jadi, meskipun croissant sangat identik dengan Prancis, asal muasalnya  berasal dari Austria.

Kue ini tidak kalah populernya dengan kue legendaris Prancis yang terkenal di seluruh dunia yaitu baguette dan crêpes. [Endang Ikhtiarti/Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda