Opini

Memaknai Hari Buruh, Momentum Menguatkan Keadilan dan Kesejahteraan Pekerja

Memaknai Hari Buruh, Momentum Menguatkan Keadilan dan Kesejahteraan Pekerja

Abdul Hakim

Oleh: Dr. Ir. KH. Abdul Hakim, MM, Anggota DPD RI Perwakilan Lampung

Hari Buruh Internasional (Mayday) yang diperingati setiap tanggal 1 Mei bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah panggilan moral bagi kita semua—terutama pemangku kebijakan—untuk kembali meninjau sejauh mana keadilan sosial dan kesejahteraan telah kita hadirkan bagi para pekerja, tulang punggung bangsa ini.

Di tengah tantangan global dan transformasi digital yang cepat, nasib buruh Indonesia masih membutuhkan perhatian serius. Banyak yang bekerja dengan upah minimum yang belum sebanding dengan kebutuhan hidup layak, tanpa jaminan kerja yang memadai, dan bahkan minim perlindungan sosial.
Di Lampung sendiri, aspirasi buruh terus mengalir kepada kami, menyuarakan harapan atas peningkatan kesejahteraan, jaminan kepastian kerja, serta keterlibatan dalam perumusan kebijakan yang menyangkut hidup mereka.

Sebagai wakil rakyat dari daerah, saya percaya bahwa memperjuangkan hak-hak buruh adalah bagian dari ibadah dan amanah konstitusional.
Islam mengajarkan pentingnya menunaikan hak pekerja sebelum keringatnya mengering.
Prinsip ini sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan semangat UUD 1945 dalam membangun keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Momentum Hari Buruh ini harus kita maknai sebagai ajakan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan buruh dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang adil dan bermartabat. Pemerintah daerah dan pusat perlu bersinergi memperkuat pengawasan ketenagakerjaan, memastikan implementasi upah minimum yang rasional, serta memperluas akses pelatihan dan pendidikan vokasi agar buruh kita mampu bersaing di era industri 4.0.

Mari jadikan 1 Mei 2025 ini sebagai titik balik untuk memperjuangkan Indonesia yang lebih adil bagi para pekerjanya.
Karena buruh yang sejahtera bukan hanya simbol kemajuan ekonomi, melainkan fondasi kokoh bagi masa depan bangsa yang bermartabat.
Buruh bersama keluarganya adalah entitas penting bangsa yang mesti dibela dan diperhatikan. Nasib mereka mesti ada perbaikan dari waktu ke waktu.
Kita juga menunggu keberpihakan yang serius dari pemerintah untuk menyejahterakan pekerja Indonesia.
Selamat Hari Buruh. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda