Berita Foto Nusantara

Memaknai Global Tiger Day

Memaknai Global Tiger Day

Harimau sumatera. | Dokumentasi TNBBS

Harimau sumatera. | Dokumentasi TNBBS

Wartalampung.id, Kotaagung – Mungkin di sebagian masyarakat pada umumnya sangat asing dengan peringatan hari Global Tiger Day yang diperingati setiap tanggal 29 Juli.

Sejarah dicetuskannya tanggal tersebut diputuskan dalam International Tiger Summit atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Harimau International pertama di St. Petersburg, Rusia tahun 2010. Indonesia pun turut serta dalam momen penting ini.

Hari Harimau Sedunia (Global Tiger Day) adalah perayaan tahunan yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran akan konservasi harimau.

Upaya ini dilakukan mengingat populasinya yang terancam punah. Untuk itu, dunia harus menyadari betapa pentingnya konservasi harimau.

Harimau sumatera merupakan satu-satunya harimau yang masih tersisa di hutan Indonesia, dikarenakan 2 jenis lainnya yaitu harimau jawa dan harimau bali telah dinyatakan punah. Selain karena suksesi alam, tergerusnya kehidupan kucing besar ini juga disebabkan maraknya perburuan liar.

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang terletak di dua provinsi yaitu Provinsi Lampung dan Bengkulu merupakan salah satu habitat yang tersisa bagi harimau di Pulau Sumatera.

Dengan adanya perubahan fungsi kawasan menjadi areal  perkebunan kopi serta keberadaan tanaman spesies mantangan (Merremia peltata) yang invasif  di habitat harimau  akan mengancam kelestarian harimau di TNBBS.

Selain itu, banyaknya jerat di dalam kawasan TNBBS juga mengancam kelestarian harimau seperti halnya yang terjadi pada seekor harimau jantan yang terluka di daerah Suoh, Lampung Barat yang kemudian diberi nama Batua.

Kampanye pelestarian seharusnya terus didengungkan agar jumlahnya tak lagi menyusut. Tidak ada jaminan bahwa dalam beberapa dekade ke depan jumlah satwa soliter ini akan tetap seperti tahun ini.

Jika kita mengganggap kucing besar ini sebagai kekayaan khazanah konservasi, sudah selayaknya kampanye konservasi harimau dimulai dengan masif. Mari dukung upaya pelestarian harimau sumatera di Indonesia. [Tri Sugiharti, S. Hut. (PEH Madya) dan Susan Saputri (PEH Pelaksana) pada Balai Besar TNBBS]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda