Istana Kebab di Pumanisa. | Instagram @Istana_Kebab

Wartalampung.id, Semarang – Pandemi covid-19 berdampak besar bagi seluruh masyarakat. Itu juga yang dirasakan penggerak usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Salah satunya Tri Septiani (44 tahun).
Pemilik warung prasmanan di Pusat Makanan dan Seni Sultan Agung (Pumanisa) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) ini mengalami penurunan drastis dari sebelumnya.
Tri Septiani bercerita, pada awal pandemi pihak kampus memberikan keringanan untuk pedagang. Kampus membebaskan untuk biaya sewa tempat.
Namun, tak lama, kata Tri, pihak kampus memutuskan pada awal September para pedagang wajib membayar sewa secara utuh.
Tri Septiani tetap nekat membuka warung. Ia merasa bakatnya hanya d ibidang kuliner.
Untuk membantu perekonomian keluarganya sat ini Tri membuka cabang di kantin SMA Sultan Agung.
Semenjak adanya PPKM, pihak kampus kembali memberi keringanan uang sewa. Pedagang hanya diminta Rp200 ribu dari harga biasa yaitu Rp1 juta.
Besar harapan Tri saat ini agar pandemi segera usai.
“Pandemi selesai, kekebalan komunal terbentuk. Kami mesti melihat market lain sekarang karena tidak ada mahasiswa,” ujarnya. [Umi Salamah, Jurnalis LPM Bangkit Universitas Islam Sultan Agung/Unissula Semarang]
