Webinar kewirausahaan gelaran Instidal menghadirkan dokter Tirta Mandira Hudhi. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Dokter yang juga pebisnis dan selebgram, dokter Tirta Mandira Hudhi, memberikan lima hal yang jangan dilakukan pebisnis. Ini ia katakan saat menjadi pembicara webinar nasional kewirausahaan yang digelar BEM Institut Teknologi dan Bisnis Diniyyah Lampung (Instidla) dan Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak, hari ini, Senin, 8 Februari 2021 via Zoom.
Kata Tirta, lima hal “jangan” itu adalah, pertama, jangan cepat puas diri. Menjadi pengusaha tidak boleh cepat merasa puas. Kalau seseorang sudah puas, ia akan berhenti berkreasi karena tidak lagi merasa ada tantangan. Yang mesti dilakukan justru banyak bersyukur sehingga terus melakukan kreasi dan inovasi.
Kedua, jangan menjelekkan produk orang. Fokuslah pada produk sendiri. Biarlah konsumen yang menilai mutu produk kita dan orang lain. Jangan sesekali menjelekkan produk orang dengan produk kita. “Nanti kena azab kalau menjelekkan produk orang,” kata Tirta.
Baca Juga: 5 Tips Membangun Bisnis Ala dokter Tirta
Ketiga, jangan buru-buru nikah. Tirta bilang, tidak usah terburu-buru menikah karena kepingin disebut nikah muda. Dari pengalaman dirinya, menikah muda dengan niat disebut-sebut orang bakal menjerumuskan bisnis yang kita bangun.
“Semampunya saja. Bangun dulu bisnisnya. Mulai saja dulu. Jangan buru-buru kawin. Jangan kepengen disebut wah hebat nikah muda,” kata dia.
Tirta bercerita soal dirinya sehingga bisa bikin kesimpulan demikian. “Saya ini divorce, ini jadi pengalaman buat saya. Pesan saya bangun aja dulu bisnisnya dengan baik, baru nikah. Jangan buru-buru menikah,” kata dia.
Keempat, jangan membandingkan dengan orang lain. Rezeki tiap orang, kata Tirta, sudah diatur. Tidak usah kita merasa minder apalagi inferior alias rendah diri dengan orang lain.
“Kita ya kita, orang lain ya orang lain. Jangan meliihat sepatu saya yang harganya mungkin setahun gaji pegawai enggak bakal kebeli. Lihat saja diri kita. Bahagia dengan cara kita,” ujarnya.
Kelima, jangan menipu. Dalam bisnis, kata dia, jangan menipu. Menilap duit investor untuk kebutuhan pribadi, misalnya. Fokus saja dengan skala prioritas kita dalam bisnis. Supaya tidak menipu,
Tirta bilang, jalanilah beberapa profesi bersamaan. Jadi, kita mempunyai pemasukan dari beberapa pos.
“Saya juga gitu dulu. Bisnis iya, praktek iya. Sampai sekarang. Dari yang enggak punya aset, sampai sekarang aset banyak, properti banyak,” kata dia.
Webinar juga menghadirkan anggota DPR Fraksi Gerindra asal daerah pemilihan Lampung 2 Dwita Ria Gunadi, Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Lampung Ahmad Giri Akbar, dan Rektor Instidla Arsyad Sobby Kesuma. []
