Lomba syarhil Quran sempat terganggu mati lampu. | Salsabilla Nabilla Anastasya,

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kode ketukan menjadi solusi ketika listrik padam pada ajang lomba syarhil Quran Festival Pesantren Ke-7 hari ini di UIN Raden intan Lampung. Listrik tiba-tiba padam di tengah-tengah lomba syarhil Quran.
Tepat ketika peserta nomor urut 4 memijakkan kakinya pada tangga mimbar setelah menyelesaikan lombanya, listrik padam. Hal itu menciptakan sedikit keresahan dewan juri dan peserta.
Dengan cepat dewan juri memberikan solusi yakni kode ketukan untuk menggantikan kode lampu yang tidak berfungsi dikarenakan padamnya listrik.
Tepat ketika juri menyelesaikan penjelasannya tentang kode ketukan, listrik menyala. Sontak para peserta menggumamkan lafal alhamdulillah dibarengi dengan embusan napas lega.
Namun, listrik padam kembali di tengah penampilan peserta nomor urut 5. Padamnya listrik tersebut tidak menjadikan penampilan peserta nomor urut 5 ini terganggu.
Suaranya tetap lantang menggema pada setiap penjuru ruangan lomba. Tidak lama setelah itu, listrik kembali menyala.
Suara peserta nomor urut 5 semakin menggema dengan bantuan mikrofon. [Salsabilla Nabilla Anastasya, Anggota Ekskul Jurnalistik Mahad Al Jamiah UIN Raden Intan Lampung]
