Berita Foto Politik

Massa KAMMI Aksi Jalan Mundur, Potret Buram Demokrasi Indonesia

Massa KAMMI Aksi Jalan Mundur, Potret Buram Demokrasi Indonesia

Massa KAMMI melakukan demonstrasi hari ini. | Dokumentasi

Massa KAMMI melakukan demonstrasi hari ini. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Jakarta – Ratusan aktivis KAMMI melakukan jalan mundur dari TVRI menuju gedung DPR/MPR RI. Hal ini mereka lakukan sebagai simbol mundurnya demokrasi dan kesejahteraan rakyat, Senin (11/4/2022).

“Kami jalan mundur sebagai pesan bahwa demokrasi kita mundur ke belakang. Kebijakan ugal-ugalan rakyat sengsara,” teriak salah satu orator dari atas mobil pengeras suara.

Ammar Multazim, Kabid Kebijakan Publik PP KAMMI, mengungkapkan, aksi ditujukan kepada DPR untuk memastikan tidak adanya penundaan pemilu sesuai pernyataan presiden.

Ia pun mengingatkan MPR agar menutup celah amendemen UUD 1945.

“Hari ini kami kembali turun ke jalan menyuarakan langsung di hadapan para wakil rakyat. Agar DPR RI serta KPU juga nantinya untuk dapat memastikan tidak adanya penundaan pemilu 2024 sesuai dengan pernyataan Presiden Jokowi Begitupun dengan MPR  jangan sampai ada celah pembahasan untuk mengamendemen UUD 1945. Bangsa harus tunduk pada konstitusi,” ujarnya.

Massa aksi juga menolak kenaikan Pertamax, kenaikan harga bahan pokok, PPN 11%, hingga perpindahan IKN (Ibu Kota Negara).

Hal ini disampaikan langsung Ketua Umum PP KAMMI Zaky Ahmad Riva’i di akhir orasinya.

“Mencermati berbagai permasalahan bangsa hari ini, PP KAMMI menuntut, pertama, menolak kenaikan harga BBM. Kedua, menolak kenaikan harga bahan pokok. Ketiga, menolak kenaikan PPN 11%. Keempat, menolak perpindahan IKN sampai Indonesia pulih dari krisis kesehatan dan ekonomi. Kelima, mendesak DPR dan KPU untuk memastikan tidak ada penundaan pemilu sesuai dengan pernyataan Presiden. Dan keenam, mendesak MPR untuk tidak mengamendemen UUD 1945 jika ada potensi perubahan periode masa jabatan presiden,” kata Zaky. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda