Setia Rini. | Dokumentasi

Oleh Setia Rini, Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung
Tahukah bahwa pada dasarnya, bahasa Prancis memiliki pola tata bahasa yang sama dengan bahasa Indonesia? Meskipun tentu saja ada banyak perbedaan pada aspek tata bahasa lainnya dengan bahasa Indonesia.
Kesamaan-kesamaan antara bahasa Indonesia dan bahasa Prancis akan memudahkan kita dalam mempelajari bahasa Prancis. Sebaliknya, perbedaan-perbedaan yang muncul bisa jadi menyulitkan.
Namun, ada banyak strategi yang bisa kita lakukan agar dapat mempelajari bahasa Prancis dengan cara yang mudah, menyenangkan, asyik, sehingga tidak membosankan.
Jika kita hitung-hitung, sejatinya belajar bahasa Prancis baik di lembaga formal maupun informal belum mencukupi waktu yang dibutuhkan untuk dapat menguasai bahasa tersebut dengan baik. Selain terbatasnya jam belajar yang bisa diikuti di kelas, mempelajari bahasa asing membutuhkan praktik yang konsisten dan berkelanjutan.
Mempelajari bahasa membutuhkan jam terbang yang sangat banyak, artinya praktik di mana kita menggunakan bahasa tersebut secara nyata baik lisan maupun tulisan. Sebanyak apa waktu yang telah kita gunakan untuk berbicara dengan menggunakan bahasa Prancis?
Berapa jam dalam sehari yang kita gunakan untuk menulis dalam bahasa Prancis, atau sekedar posting dan berkirim pesan dengan menggunakan bahasa Prancis? Lalu seberapa sering juga kita bersapa dengan bahasa Prancis setiap harinya?
Apakah hanya ketika belajar di kelas? Karena bahasa Prancis ini bukanlah bahasa kita, dan kita juga mempelajari bahasa Prancis di Indonesia, sehingga sulit bagi kita untuk dapat bersentuhan langsung dengan bahasa tersebut.
Jika kita tidak secara sengaja menyetel lagu berbahasa Prancis, menonton film berbahasa Prancis, atau berkirim surat elektronik (surel) atau DM dengan orang-orang Frankofon, tentu kita tidak akan mendengar bahasa Prancis bukan?
Sehari-hari dan setiap hari yang kita jumpai adalah bahasa Indonesia atau bahasa daerah lainnya.
Padahal, jika kita ingin lebih cepat dan lebih baik dalam menguasai bahasa asing, seharusnya kita sering berkontak dengan bahasa tersebut. Apalagi memang yang namanya belajar bahasa asing tujuan utamanya adalah kita dapat berkomunikasi secara nyata dengan penutur bahasa tersebut baik secara lisan maupun tulisan.
Lalu bagaimana menyiasati jam belajar yang terbatas di kampus atau di kelas? Salah satu caranya adalah dengan menambah jam belajar secara mandiri dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar autentik.
Apa itu sumber belajar autentik? Sumber belajar autentik adalah semua sumber belajar yang tidak dibuat khusus untuk pembelajaran, namun sumber-sumber tersebut memang ada dan dibuat untuk tujuan tertentu dan dapat digunakan sebagai media belajar.
Misalnya lagu, film, video, iklan, resep, brosur, tiket kereta, surat motivasi, CV, postingan di sosial media, majalah, berita, siaran radio, rekaman percakapan, dan lain-lain.
Sumber autentik ini tersedia di mana pun dan dapat didapatkan dengan saat mudah saat ini terutama melalui internet. Kita sangat bersyukur dengan adanya internet dengan mudahnya kita dapat mencari apapun dan menjelajahi dunia belahan mana pun secara virtual.
Dulu sebelum ada internet, kita sangat kesulitan hanya sekadar mengetahui seperti apa negara Prancis itu, bagaimana kota Paris, bagaimana orang-orang Prancis secara fisik, dan lainnya. Bahkan hanya untuk sekedar menyimak audio seperti apa orang-orang Prancis berbicara cukup sulit untuk mendapatkannya. Namun sekarang berkat adanya internet, semuanya dalam genggaman.
Artinya, dengan sangat mudah dengan adanya fasilitas teknologi yang luar biasa, ayo kita lebih giat lagi belajar bahasa Prancis sebagai bahasa asing. Supaya pada akhirnya kita bisa berkomunikasi dengan baik kepada penutur-penutur bahasa Prancis.
Siapa yang tidak ingin bisa berkomunikasi dengan mudah dan lancar layaknya kita sedang berkomunikasi dalam bahasa ibu kita? Saya rasa semua orang akan menjawab mau sekali.
Jika kita semua mau dan ingin sekali bisa berkomunikasi dengan lancar dalam bahasa Prancis baik secara lisan maupun tulis, jangan ragu untuk memperbanyak jam belajar kita dengan memanfaatkan berbagai sumber autentik tersebut.
Jika kita hobi menonton, kita bisa manfaatkan beberapa jam waktu kita dalam sehari untuk menonton film-film Prancis atau apapun yang berbasis video berbahasa Prancis. Menonton film, video, berita, liputan, program-program TV berbahasa Prancis memberikan banyak sekali manfaat bagi kita sebagai pemelajar bahasa Prancis.
Selain tentu saja aspek bahasa itu sendiri kita dapatkan dengan cara yang menyenangkan, kita juga mendapatkan banyak sekali pengetahuan dan wawasan terkait negara Prancis, budaya, sastra dan lain sebagainya.
Jika dengan menonton drama Korea saja bisa membuat banyak sekali anak muda menguasai bahasa Korea secara otodidak, apalagi kita yang memang belajar bahasa Prancis di kampus. Tentu akan semakin mahir berbahasa Prancis.
Namun jika kita tidak suka dengan genre film-film Prancis, jangan patah arang ya, cari genre film yang cocok dan kita sukai. Jika pun tidak, kita bisa menonton film lainnya, namun dengan mengatur setting subtitle ke dalam bahasa Prancis.
Hal ini akan sangat memudahkan kita menambah kosakata bahasa Prancis juga berbagai ekspresi yang sering digunakan oleh orang-orang Prancis atau Frankofon di kehidupan sehari-hari.
Selain itu, kita juga bisa menonton aneka postingan video di sosial media yang saya yakin hal itu akan sangat menyenangkan, bahkan kita betah berjam-jam untuk scroll Tiktok atau IG. Cari akun-akun berbahasa Prancis yang bisa memberikan dampak positif terkait peningkatan penguasaan bahasa Prancis kita. Kita bisa melihat vlog-vlog berbahasa Prancis, ulasan tempat-tempat wisata berbahasa Prancis, atau juga video masak-memasak berbahasa Prancis.
Sumber-sumber autentik lainnya pun bisa kita cari dengan mudah di internet seperti berbagai dokumen tertulis juga majalah maupun koran. Kuncinya, kita harus tahu majalah dan koran-koran Prancis itu apa saja, tinggal kita klik website-nya kita langsung mendaptakan banyak harta karun orisinal yang dapat kita gunakan untuk belajar bahasa Prancis.
Jika kita suka fashion, cari saja e-book atau website mode Prancis seperti Elle atau Vogue France. Selain belajar mode ala Prancis kita juga semakin menguasai bahasa Prancis.
Selain itu, sumber autentik tertulis lainnya seperti CV dan surat motivasi juga bisa menjadi sumber belajar yang sangat bermanfaat. Terlebih jika kita memang sedang mempersiapkan diri untuk melamar pekerjaan atau melanjutkan studi, di mana kita membutuhkan CV dan surat motivasi dalam bahasa Prancis.
CV dan surat motivasi berbahasa Prancis yang ditulis secara autentik baik oleh orang Prancis, orang Frankofon, orang Indonesia, dan siapa pun, juga dapat digunakan sebagai sumber belajar autentik. Oleh karena itu, saya sendiri pun sering menggunakan sumber belajar autentik di kelas agar mahasiswa tahu kondisi nyata bahasa Prancis pada bidang-bidang tersebut seperti apa.
Saya juga menggunakan CV serta surat motivasi yang ditulis oleh saya pribadi untuk kepentingan permohonan melamar pekerjaan maupun magang dan lain sebagainya sebagai salah satu bahan ajar di kelas menulis. Selain itu, saya juga berkolaborasi dengan beberapa alumni yang sudah sukses dan berhasil berkarier di bidang bahasa Prancis terkait penulisan CV dan surat motivasi tersebut.
Jadi, selain CV dan surat motivasi yang saya tulis sendiri, saya juga menggunakan CV dan surat motivasi yang ditulis oleh alumni-alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Perancis FKIP Unila sebagai sumber bahan ajar auntentik.
Melalui sumber ajar autentik tersebut, mahasiswa menjadi lebih mudah memahami materi yang disampaikan di kelas.
Nah, mudah bukan sebenarnya belajar bahasa Prancis. Kalaupun sulit, saya yakin bahwa yang sulit itu bukan bahasa Prancisnya, tetapi mental diri kita masing-masing dan juga motivasi.
Sulit itu jika kita tidak berani mencoba. Sulit itu jika kita tidak mau mencoba. Padahal yang namanya belajar, kita pasti akan melakukan yang namanya kesalahan, terlebih mempelajari bahasa Prancis.
Tidak ada alasan untuk tidak bisa berbahasa Prancis, apalagi kita sebagai mahasiwa bahasa Prancis. Bukan tidak bisa, tetapi mau atau tidak?

Tinggalkan Komentar Anda