Kawasan pertokoan sekitar makam Sunan Kudus. | Muhammad Andika

Wartalampung.id, Kudus – Pemerintah masih memperpanjang PPKM sampai 23 Agustus. Hal ini membuat banyak pedagang di area kawasan makam Sunan Kudus yang mengalami penurunan omzet.
Salah satunya Irul. Ia mengatakan, sejak diberlakukan PPKM, omzet menurun drastis.
“Dari awal PPKM ini omzet warung saya turun drastis. Biasanya setiap hari bisa Rp2 juta-Rp3juta, sekarang hanya Rp500 ribu- Rp1 juta,” kata dia hari ini.
Menurut dia, dampak dari PPKM ini membuat wisatawan luar yang tidak bisa berkunjung di area makam Sunan Kudus. Hal ini melatarbelakangi omzet warung sekitar sini menurun drastis.
“Ya pastinya akibat adanya PPKM yang entah sampai kapan. Wisatawan luar yang biasanya datang bergerombol menggunakan bus, sekarang dilarang. Dan yang mengunjungi area makam hanya orang sekitar sini. Itu pun tak banyak yang datang dan membeli,”ujar pemilik Toko Sufi ini.
Irul berharap, lokasi ziarah kembali dibuka dengan penerapan protokol kesehatan. Dengan demikian, pedagang bisa berharap meraup untung dari ziarah religi ini.
Irul bilang, jika kondisi ini berlangsung terus-menerus pasti menggerus pendapatan para pedagang di lokasi sekitar makam Sunan Kudus. [Muhammad Andika, Jurnalis LPM Bangkit Unissula Semarang]
